Bondowoso Bergerak: Sinergi Bulog, Pemkab, TNI, dan Polri Hadirkan Gerakan Pangan Murah untuk Rakyat

Sekda, Asisten, Kabulog Kapolres dan Dandim saat menggelar beras pangan murah serentak (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id — Di depan monumen bersejarah Gerbong Maut yang menjadi simbol perjuangan, sebuah langkah nyata untuk rakyat diluncurkan. Gerakan Pangan Murah (GPM) resmi digelar secara serentak oleh sinergi kuat antara Perum Bulog, Pemerintah Kabupaten Bondowoso, TNI, dan Polri.
Langkah kolaboratif ini tak sekadar seremoni. Ia membawa solusi konkret: 9 ton beras kualitas pemerintah digelontorkan hari ini, dijual langsung ke masyarakat dengan harga terjangkau, Rp57.000 per 5 kg, jauh lebih rendah dari harga pasar.
Kepala Cabang Bulog Bondowoso, Hesty Retno Kusumastuti, menyampaikan bahwa peluncuran GPM ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan.
”Kegiatan ini akan bergulir ke seluruh kecamatan di Bondowoso. Ini bukan beras biasa, ini adalah beras pemerintah yang insyaallah kualitasnya medium, tapi manfaatnya premium bagi rakyat,” ujarnya dengan optimis.
Distribusi GPM akan berjalan dari 14 Agustus hingga 12 September 2025, dengan dua lini utama kegiatan. Gerakan Pangan Murah langsung ke masyarakat, dan pendistribusian ke toko, outlet, dan pasar-pasar binaan Pemkab.
Tak hanya itu, Bulog menargetkan total distribusi 5.000 ton beras untuk wilayah Bondowoso sepanjang Juli hingga Desember 2025. Hingga hari ini, 142 ton sudah tersalurkan.
“Sesuai petunjuk teknis, beras ini tidak untuk dijual kembali. Ini murni untuk pemakaian rumah tangga. Ini adalah upaya pemerataan pangan, bukan komoditas untuk diperdagangkan ulang,” tegas Hesty.
Lebih dari sekadar distribusi pangan, GPM adalah cermin komitmen negara hadir di tengah masyarakat memberikan ketenangan di tengah fluktuasi harga pangan, dan menunjukkan bahwa ketika pemerintah dan rakyat berjalan bersama, semua tantangan bisa dihadapi. (Yus)







