Gerakan Pramuka Bondowoso Gelorakan Semangat Dharma untuk Bangun Generasi Tangguh dan Berkarakter

Bupati Hamid Wahid pembina kwarcab Bondowoso didampingi Wabup As’ad Yahya Safi’i dan Kadis Pendik Haeriah Yuliati Ketua Kwarcab Pramuka di Bondowoso saat bacakan Dasa Dharma (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Ulang Janji yang berlangsung khidmat dan sarat makna pada Rabu malam (13/8/2025). Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen peringatan sejarah, tetapi juga wadah refleksi dan pembaruan semangat kebangsaan serta pengabdian kepada tanah air.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarcab Bondowoso, Haeriah Yuliati, menyampaikan bahwa nilai-nilai luhur Pramuka harus terus menjadi kompas moral dalam membentuk karakter generasi muda. Beliau menekankan pentingnya cinta kasih terhadap sesama tanpa memandang perbedaan serta ketakwaan sebagai ukuran utama kemanusiaan.

“Yang Maha Esa adalah kunci nilai kemanusiaan. Kita berkawan bukan karena orang lain bersikap baik kepada kita, tetapi karena persahabatan adalah bagian dari rasa cinta dan kasih kita terhadap sesama,” ujarnya di hadapan para pembina, andalan, dan peserta Pramuka penggalang serta penegak Garuda.

Sementara itu, Pembina Kwarcab Bondowoso, Hamid Wahid, menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka adalah ruang pembentukan jiwa patriot yang sopan, kesatria, dan disiplin. Ia menyoroti pentingnya keberanian untuk bertanggung jawab, kerelaan menolong dalam keterbatasan, serta ketulusan dalam berbuat tanpa pamrih.

“Disiplin itu bukan hanya soal berdiri tegak di depan pasukan, tetapi juga soal keberanian menahan diri dari haus pujian. Setia memberi tanpa bertanya untung dan rugi adalah bentuk pengabdian sejati,” tutur Hamid Wahid.

Momentum Ulang Janji tahun ini juga mengingatkan kembali pada sejarah lahirnya Gerakan Pramuka pada 14 Agustus 1961, saat Presiden Soekarno secara resmi melantik Majelis Pimpinan Nasional dan menyerahkan Panji Gerakan Pramuka. Momen itu menjadi titik awal penyatuan semangat kepanduan Indonesia dalam satu gerakan nasional.

Kwarcab Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menjadikan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, dan peduli terhadap lingkungan serta sesama. Dalam berbagai kegiatan, Pramuka Bondowoso aktif menjadi relawan kebencanaan, penggerak gotong royong, dan edukator lingkungan yang tangguh.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta bersama-sama mengucapkan ulang janji dan menyuarakan semangat kebangsaan dengan penuh semangat, sebagai bentuk tekad untuk terus menjaga nilai-nilai Trisatya dan Dasa Dharma sebagai landasan hidup.

“Bondowoso Berkah, Gerbang Nusantara Baru: Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik” menjadi slogan yang diusung, mencerminkan semangat kolaboratif dan transformatif Gerakan Pramuka Bondowoso dalam membangun ketahanan bangsa dari tingkat lokal menuju nasional. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *