Bosda Madin Rp4,2 Miliar Resmi Cair, Wabup Bondowoso: Pendidikan Keagamaan Tetap Jadi Prioritas di Tengah Efisiensi Anggaran

Wakil Bupati Bondowoso dan Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso saat usai acara di gledek lajuh jembatan kiringgo (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan Bantuan Operasional Daerah Madrasah Diniyah (Bosda Madin) Tahun 2026 resmi dicairkan. Dana sebesar Rp4,2 miliar mulai ditransfer ke rekening lembaga penerima pada Jumat (3/7/2026) sore sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid melalui Wakil Bupati KH. As’ad Yahya Safi’i. Menurutnya, pencairan Bosda Madin menjadi bukti bahwa pendidikan keagamaan tetap menjadi prioritas meski kemampuan fiskal daerah mengalami penurunan akibat kebijakan efisiensi anggaran.

“Bosda Madin sudah dicairkan dan masuk ke rekening para penerima sore ini. Sekalipun APBD 2026 mengalami penurunan, Bosda Madin tetap dipertahankan seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini komitmen kami,” ujar Wabup As’ad, Jumat (3/7/2026) malam.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/bondowoso-berkah-hadirkan-musik-akustik-di-jembatan-ki-ronggo-padukan-kopi-wisata-dan-ekonomi-kreatif/

As’ad menjelaskan, APBD Bondowoso mengalami penyesuaian cukup signifikan. Dari kisaran Rp2,16 triliun pada awal 2025, anggaran daerah turun menjadi sekitar Rp1,8 triliun sebagai dampak kebijakan efisiensi.

Sementara APBD Tahun 2026 disepakati berada di kisaran Rp1,9 triliun, yang masih lebih rendah dibandingkan sebelum efisiensi diberlakukan.

Meski ruang fiskal semakin terbatas, Pemerintah Kabupaten Bondowoso memastikan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk pendidikan berbasis keagamaan.

“Penyesuaian anggaran tidak boleh mengorbankan pendidikan keagamaan. Ini bukan sekadar program, tetapi bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak masyarakat memperoleh pendidikan agama. Bapak Bupati juga memberikan perhatian penuh terhadap program ini,” tegasnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/ketua-dprd-bondowoso-pembahasan-lpj-apbd-2025-akan-dikupas-detail-di-komisi-hingga-banggar/

Wabup menambahkan, penyaluran Bosda Madin dilakukan melalui proses verifikasi yang ketat. Bantuan hanya diberikan kepada madrasah diniyah yang memenuhi persyaratan administratif, memiliki izin operasional, dan masih aktif menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

“Verifikasi tetap dilakukan secara ketat agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah santri di masing-masing lembaga. Skema penggunaannya mengacu pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan agama sejak usia dini.

“Harapannya, anak-anak Bondowoso tidak hanya memperoleh pendidikan umum, tetapi juga memiliki bekal pendidikan agama yang kuat sejak dini,” ujarnya.

Selain memastikan keberlanjutan Bosda Madin, As’ad menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat melalui kenaikan pajak. Menurutnya, optimalisasi potensi daerah dan penutupan kebocoran anggaran menjadi strategi utama memperkuat keuangan daerah.

“Pendapatan daerah harus dimaksimalkan tanpa menaikkan pajak. Yang terpenting adalah menutup kebocoran sehingga setiap rupiah anggaran benar-benar kembali untuk kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-tegaskan-komitmen-perbaiki-tata-kelola-apbd-2025-jawab-seluruh-catatan-fraksi-dprd/

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, memastikan seluruh dana Bosda Madin telah berhasil ditransfer kepada lembaga penerima.

“Anggaran keseluruhan sebesar Rp4,2 miliar sudah masuk ke rekening para penerima. Total ada sekitar 900 lembaga madrasah diniyah yang menerima bantuan,” jelas Taufan.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap jumlah penerima maupun besaran Bosda Madin dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang sebagai wujud konsistensi dukungan terhadap pendidikan keagamaan, sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter dan religius di Kabupaten Bondowoso.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *