Dorong Produktivitas dan Kemandirian Petani, Wabup As’ad Launching Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu APBN 2025 di Bondowoso

Wabup Bondowoso bersama Kadispertan dan staff ahli pemkab saat lakukan tanam perdana program Bongkar Ratoon tebu ABPN Tahun Anggaran 2025 (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) terus memperkuat langkah nyata menuju kemandirian pangan dan swasembada gula nasional.

Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu APBN Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Desa Mangli Wetan, Kecamatan Tapen, Kamis (30/10/2025).

Baca juga: https://ulas.co.id/inspektorat-dprd-camat-bersinergi-perkuat-pengawasan-pemerintahan-daerah-dan-desa-di-bondowoso/

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, didampingi Kepala DPKP Bondowoso, Mulyadi, SP, MM, serta dihadiri para petani tebu, penyuluh, dan perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah.

Bongkar Ratoon Jadi Langkah Strategis Tingkatkan Produktivitas.

Baca juga: https://ulas.co.id/kades-gubrih-abdul-barry-dukung-penuh-evaluasi-inspektorat-demi-tata-kelola-keuangan-desa-yang-akuntabel/

Dalam arahannya, Wabup As’ad Yahya Syafi’i menegaskan bahwa program bongkar ratoon tebu merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan, kualitas hasil, dan kesejahteraan petani.

“Kita berharap melalui program bongkar ratoon ini, produktivitas tanaman tebu di Bondowoso dapat meningkat signifikan. Kualitas hasil panen juga harus sesuai harapan bersama, sehingga ke depan dapat mendukung visi besar Bondowoso Berkah,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/capaian-pbb-kecamatan-curahdami-tembus-80-persen-sembilan-desa-sudah-lunas/

Menurut Wabup, sektor pertanian memiliki peran vital sebagai penopang perekonomian daerah. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen terus menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan hasil tani dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Bondowoso dikenal sebagai daerah penghasil tebu unggulan di tapal kuda. Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha, saya yakin kemandirian petani dan ketahanan pangan daerah akan semakin kuat,” tambahnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/program-polantas-menyapa-satlantas-berinovasi-cekatan-cek-fisik-kendaraan-tanpa-datang/

Wabup As’ad Yahya Syafi’i menutup kegiatan dengan mengajak seluruh pihak terus berkolaborasi menjaga semangat dan konsistensi dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Bondowoso.

“Program ini bukan hanya tentang menanam tebu, tetapi tentang menanam harapan, semangat, dan masa depan petani Bondowoso. Jika produktivitas meningkat, kesejahteraan petani terangkat, dan kemandirian pangan daerah akan semakin kuat,” tegasnya.

Peremajaan Tebu untuk Produktivitas dan Efisiensi Usaha Tani

Sementara itu, Kepala DPKP Bondowoso, Mulyadi, SP, MM, menjelaskan bahwa bongkar ratoon merupakan program penting untuk melakukan peremajaan tanaman tebu yang sudah menurun produktivitasnya akibat siklus ratoon yang terlalu panjang.

“Melalui program ini, kita ingin memperbarui tanaman tebu agar hasil per hektare meningkat. Selain itu, dengan penerapan varietas unggul dan teknologi budidaya yang lebih efisien, kita bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani,” paparnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/peringati-hari-sumpah-pemuda-anggota-dpr-ri-sonny-t-danaparamita-gelar-tanam-pohon-bersama/

Mulyadi menambahkan, subsektor tebu merupakan salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat Bondowoso. Karena itu, pemerintah terus berupaya mendorong petani agar melakukan peremajaan lahan secara terencana dan berkelanjutan.

“Program bongkar ratoon bukan sekadar tanam ulang, tetapi upaya serius dalam menjaga keberlanjutan produksi tebu dan mendukung stabilitas pasokan bahan baku gula nasional,” ujarnya.

Bantuan untuk 31 Petani: 54,797 Hektare Lahan Diremajakan.

Dalam pelaksanaan program ini, DPKP Bondowoso menyalurkan bantuan kepada 31 petani penerima manfaat dengan total luas lahan 54,797 hektare.

Setiap hektare mendapat dukungan berupa 60.000 mata tunas benih tebu serta 40 Hari Orang Kerja (HOK) untuk mendukung kegiatan tanam dan perawatan awal.

Baca juga: https://ulas.co.id/dramatis-di-tengah-hujan-deras-pasuka-biru-damkar-bondowoso-selamatkan-pria-lansia-dari-dalam-sumur/

Bantuan tersebut diharapkan menjadi stimulan bagi petani agar semakin bersemangat melakukan bongkar ratoon secara terencana dan menjaga keberlanjutan usaha tani tebu di Bondowoso.

Kegiatan tanam perdana bongkar ratoon tebu ini menjadi momentum penting bagi Bondowoso untuk memperkuat posisi sebagai daerah sentra tebu di Jawa Timur, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional. (Yus)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *