Inspektorat, DPRD, Camat Bersinergi Perkuat Pengawasan Pemerintahan Daerah dan Desa di Bondowoso

Plt Sekretaris Inspektorat Bondowoso saat menghadiri monitoring dan evaluasi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah dan desa besama Camat sedapil 5 serta kades dan pendamping desa di pendopo kecamatan curahdami ( foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id – Upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Hasil Pengawasan Inspektorat terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Desa, Inspektorat bersama Komisi I DPRD Bondowoso serta pihak Kecamatan memperkuat sinergi pembinaan dan pengawasan di tingkat desa.

Baca juga: https://ulas.co.id/kades-gubrih-abdul-barry-dukung-penuh-evaluasi-inspektorat-demi-tata-kelola-keuangan-desa-yang-akuntabel/

Kegiatan yang digelar di Pendopo Kecamatan Curahdami, Kamis (30/10/2025), ini dihadiri seluruh Camat, Kepala Desa, dan Pendamping Desa se-wilayah Dapil 5. Hadir pula dua anggota Komisi I DPRD Bondowoso, Ahmadi dan Herman Santoso, serta jajaran Inspektorat melalui Irban I dan III.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bondowoso, Irwan Susanto, S. Sos menjelaskan bahwa monev ini bertujuan memastikan pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran desa berjalan tertib administrasi, sesuai regulasi, serta terhindar dari potensi penyalahgunaan.

Baca juga: https://ulas.co.id/capaian-pbb-kecamatan-curahdami-tembus-80-persen-sembilan-desa-sudah-lunas/

“Sinergi antara Inspektorat, DPRD, dan Kecamatan ini penting untuk memastikan setiap rupiah dana desa benar-benar dikelola secara transparan dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin pengawasan bukan sekadar mencari kesalahan, tapi mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan desa,” jelasnya.

Irwan menambahkan, hasil monev tidak hanya berisi catatan temuan, melainkan juga menjadi forum dialog antar-pemangku kepentingan di tingkat daerah.

“Kecamatan punya fungsi pembinaan di lapangan, sementara DPRD menjalankan fungsi pengawasan. Kolaborasi ini memastikan mekanisme pengawasan lebih sinergis dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/program-polantas-menyapa-satlantas-berinovasi-cekatan-cek-fisik-kendaraan-tanpa-datang/

Sementara itu, Ahmadi, anggota Komisi I DPRD Bondowoso, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung langkah Inspektorat dan Kecamatan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan.

“Kami di Komisi I tidak hanya menjalankan fungsi kontrol, tapi juga mendorong pemerintah desa untuk lebih terbuka dan taat aturan. Dengan kolaborasi seperti ini, kami ingin mencegah munculnya masalah hukum di kemudian hari,” ujar Ahmadi.

Baca juga: https://ulas.co.id/peringati-hari-sumpah-pemuda-anggota-dpr-ri-sonny-t-danaparamita-gelar-tanam-pohon-bersama/

Senada, anggota Komisi I lainnya, Herman Santoso, menilai kegiatan ini menjadi momentum penting membangun budaya pemerintahan desa yang profesional dan akuntabel.

“Pengawasan bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan pembangunan di desa berjalan tepat sasaran. Kepala desa jangan takut diawasi, justru harus melihat ini sebagai upaya bersama menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Baca juga: https://ulas.co.id/dramatis-di-tengah-hujan-deras-pasuka-biru-damkar-bondowoso-selamatkan-pria-lansia-dari-dalam-sumur/

Dari hasil kegiatan ini diharapkan menimbulkan komitmen dan semangat yang sama dalam perbaikan pengelolaan keuangan daerah dan desa agar tidak menimbulkan resiko hukum atau kerugian negara.

Dengan sinergi lintas lembaga ini, Bondowoso terus bergerak menuju tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan akuntabel. Langkah ini menjadi fondasi kuat untuk mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah kabupaten. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *