Dua Desa Bondowoso Tembus Presentasi Nasional PPK Ormawa, Angkat Potensi Kopi dan Ekonomi Warga

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Bondowoso ANISATUL HAMIDAH saat usai ikuti raker bersama BPKP Provinsi Jawa Timur (foto dok: YUSI Ulas.co.id)

BONDOWOSO, ulas.co.id – Dua desa di Kabupaten Bondowoso, yakni Desa Gunungsari dan Desa Tanah Wulan, berhasil melangkah ke tingkat nasional melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).

Keduanya menjadi lokus pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa selama sekitar tiga bulan. Program tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi potensi desa sekaligus mencari peluang pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan proses pendampingan dilakukan melalui pemetaan terhadap berbagai potensi yang dimiliki desa. Mahasiswa tidak hanya melihat sumber daya alam, tetapi juga peluang inovasi dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Selama tiga bulan adik-adik mengidentifikasi potensi desa. Mereka melihat ada potensi kopi, ada potensi penguatan ekonomi masyarakat, dan ada inovasi-inovasi yang ada di desa,” ujar Anisatul Hamidah, Kamis (24/9/2026).

BACA JUGA: Manajemen Resiko Bondowoso Masih Level 2 Inspektorat Akui Belum Semua Opd Terapkan Secara Utuh

Menurutnya, Desa Gunungsari memiliki potensi kopi yang kemudian dikembangkan dalam perspektif pemberdayaan masyarakat. Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada sektor produksi, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.

Pemilihan dua desa tersebut sebagai lokus PPK Ormawa juga melalui proses pemetaan yang dilakukan perguruan tinggi. Sejumlah aspek menjadi pertimbangan, mulai dari potensi desa, kebutuhan masyarakat hingga peluang pengembangan program secara berkelanjutan.

“Banyak perspektif yang dilihat, terkait dengan potensi desanya sekaligus apa yang bisa dikembangkan,” jelasnya.

Sementara itu, di Desa Tanah Wulan, program pemberdayaan diarahkan pada pendampingan masyarakat dalam pengembangan produk sekaligus penguatan sistem informasi desa.

Program tersebut diberi nama SIPETRA, atau Sistem Informasi Terpadu untuk Desa Hutan. Konsep ini menjadi salah satu inovasi yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan potensi dan informasi desa secara lebih terintegrasi.

Anisatul Hamidah menilai program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemberdayaan masyarakat agar tidak hanya menghasilkan kegiatan dalam jangka pendek. Pendampingan juga diarahkan supaya desa memiliki sistem dan inovasi yang dapat terus dikembangkan setelah program mahasiswa selesai.

BACA JUGA: DInkes Bondowoso Perketat Pengawasan Sppg Jangan Kendor Setelah Shls Terbit

Rsud dr Koesnadi Bondowoso Kembangkan Inovasi Layanan Antrian Obat Berbasis Barcode

Keberhasilan Gunungsari dan Tanah Wulan menembus presentasi tingkat nasional menjadi tahapan penting dalam pelaksanaan PPK Ormawa. Hasil program yang telah dijalankan mahasiswa bersama masyarakat selanjutnya akan dipresentasikan dan dinilai pada tingkat nasional.

Apabila berhasil melewati tahapan tersebut, program yang dijalankan berpeluang masuk dalam nominasi penghargaan pemerintah.

“Ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan desa untuk menunjukkan hasil program yang sudah dilakukan selama pendampingan,” kata Anisatul Hamidah.

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi melalui PPK Ormawa juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan desa. Perguruan tinggi dapat membantu mengidentifikasi persoalan, memetakan potensi, sekaligus mendampingi masyarakat dalam menciptakan inovasi yang memiliki manfaat ekonomi.

Kini, Desa Gunungsari dan Desa Tanah Wulan membawa potensi, inovasi, serta hasil pemberdayaan masyarakat Bondowoso ke panggung nasional. Program tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman sekaligus pengungkit bagi pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *