Harga Pangan Cenderung Naik Jelang Ramadan, Pemkab Bondowoso Perkuat Pengawasan dan Pasar Murah

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mencermati adanya tren kenaikan harga sejumlah komoditas pangan strategis menjelang Ramadan berdasarkan data historis dari tahun ke tahun. Selasa (20/01/2026).
Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Bondowoso, Agung Nurhidayat, menyebutkan bahwa peningkatan harga menjelang Ramadan merupakan pola yang berulang dan sangat dipengaruhi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kalau kita melihat data historis, awal Ramadan tahun 2023 jatuh pada 22 Maret dan saat itu pergerakan indeks harga relatif stabil, hanya naik sekitar 0,13 persen. Namun pada tahun 2024, ketika Ramadan dimulai lebih awal, yaitu 11 Maret, terjadi kenaikan yang cukup signifikan hingga 4,36 persen,” jelas Agung.
Baca juga: https://ulas.co.id/kunjungan-wisata-bondowoso-naik-signifikan-dprd-dorong-kolaborasi-hadapi-efisiensi-2026/
Sementara itu, pada awal Ramadan tahun 2025, kenaikan indeks harga tercatat sebesar 3,32 persen. Meski tidak setinggi tahun 2024, angka tersebut tetap menunjukkan adanya tekanan harga di awal Ramadan.
Menurut Agung, kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya belanja masyarakat untuk kebutuhan konsumsi. Dari hasil analisis komoditas, beberapa bahan pangan menjadi penyumbang utama kenaikan indeks harga, di antaranya beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.
“Daging ayam menjadi salah satu komoditas dengan potensi kenaikan terbesar. Ini wajar karena kebutuhan masyarakat meningkat, apalagi secara budaya daging ayam banyak dikonsumsi untuk persiapan Ramadan. Telur ayam juga naik sekitar 4,5 persen, sementara cabai merah bahkan bisa meningkat lebih dari 15 persen, dan cabai rawit cenderung fluktuatif dengan tren tinggi,” ujarnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/abd-majid-tekankan-percepatan-realisasi-dan-ketepatan-manfaat-dana-desa/
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemkab Bondowoso telah melakukan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah pemantauan harga harian di pasar, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah, penyelenggaraan pasar murah, serta edukasi kepada distributor dan pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan maupun permainan harga.
Agung juga menyoroti adanya persepsi di masyarakat bahwa harga pasti naik menjelang Ramadan dan Idulfitri. Persepsi tersebut, menurutnya, kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Padahal dari sisi ketersediaan, stok komoditas pangan strategis pada dasarnya masih mencukupi. Pemerintah terus mengawal distribusi dan stok di pasar agar tetap aman,” tegasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/wakapolres-jember-pimpin-patroli-malam-komitmen-wujudkan-keamanan-dan-kenyamanan-warga/
Ia pun mengimbau masyarakat Bondowoso agar berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. “Belanja secukupnya, jangan berlebihan. Dengan begitu stabilitas harga bisa tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan,” pungkas Agung.
Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-bondowoso-sinergi-forkopimda-kunci-jaga-kondusivitas-wilayah/
Penulis: Redaksi

