Mahfud Junaedi Tekankan Penguatan Perencanaan Desa untuk Percepatan Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Kepala Dinas Pemberdayaan masyarakat desa Kabupaten Bondowoso Mahfud Junaedi bersama Tim saat berikan arahan dan pembinaan terisi koperasi Desa merah putih (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso menggelar Rapat Pembinaan Perencanaan Pembangunan Desa yang dipusatkan pada upaya percepatan operasional Koperasi Desa Merah Putih. Rabu (26/11/2025) bertempat di aula Kopi Robusta sekretariat Pemkab setempat.

Baca juga: https://ulas.co.id/wabup-asad-bersama-kadisnakkan-tinjau-pengobatan-massal-ternak-dan-pemeriksaan-aset-bbi-di-sumber-wringin/

Kegiatan tersebut dihadiri para kepala desa, pengurus BUMDes, pengurus koperasi, serta pendamping desa se-Kabupaten Bondowoso.

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bondowoso, Mahfud Junaedi, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh berjalan parsial, melainkan harus didukung oleh kelembagaan ekonomi yang kuat, salah satunya melalui koperasi desa.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-tegaskan-mutasi-jabatan-berjalan-sesuai-prosedur-dan-hasil-evaluasi-kinerja/

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi nafas baru ekonomi desa. Kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan pendapatan masyarakat,” tegas Mahfud.

Baca juga: https://ulas.co.id/sonny-t-danaparamita-hadiri-anniversary-ke-7-balawangi-tegaskan-komitmen-lestarikan-budaya-banyuwangi/

Mahfud menambahkan bahwa percepatan operasional koperasi harus diintegrasikan dalam dokumen perencanaan desa, mulai dari RPJMDes hingga RKPDes. Menurutnya, tanpa perencanaan yang sinkron, koperasi tidak akan memiliki landasan kuat untuk berkembang.

Baca juga: https://ulas.co.id/golkar-bondowoso-tegaskan-soliditas-dukung-kinerja-bupati-dari-akar-sampai-daun-kami-kompak/

“Desa harus memastikan perencanaan pembangunan berpihak pada penguatan ekonomi masyarakat. Koperasi Merah Putih akan menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif, dan ini membutuhkan komitmen penuh dari pemerintah desa serta kolaborasi dengan BUMDes,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/masyarakat-sambut-baik-pemkab-bondowoso-percepat-rehabilitasi-ruas-jalan-pancur/

Pada rapat ini, para peserta mendapat pembinaan teknis mengenai Penyelarasan perencanaan pembangunan desa dengan arah pemberdayaan ekonomi

Strategi percepatan operasional koperasi, termasuk legalitas, manajemen, dan permodalan

Peningkatan tata kelola koperasi berbasis transparansi dan akuntabilitas

Pemanfaatan teknologi digital untuk efisiensi layanan koperasi

Penguatan sinergi antar-desa dalam pengembangan jaringan usaha koperasi.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-dan-disparbudpora-lepas-fun-riding-di-batu-soon-solor-cermee/

Mahfud Junaedi juga menekankan, pentingnya koperasi sebagai lembaga ekonomi rakyat yang dikelola profesional. Ia berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi percontohan bagi koperasi desa lainnya di Bondowoso.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-perkuat-ekonomi-desa-wabup-asad-tekankan-pentingnya-kemandirian-dan-profesionalitas-bumdes/

“Kita ingin koperasi desa menjadi kebanggaan masyarakat. Koperasi harus modern, adaptif, dan benar-benar mampu menyejahterakan warga. Dengan kerja bersama, saya yakin Koperasi Merah Putih bisa menjadi ikon gerakan ekonomi desa Bondowoso,” ungkapnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/kolaborasi-bondowoso-banyuwangi-wabup-asad-yahya-safii-tegaskan-penguatan-sinergi-untuk-sukseskan-revalidasi-ijen-unesco-global-geopark-2026/

Rapat ini ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh masing-masing desa peserta, yang akan dipantau langsung oleh DPMD untuk memastikan proses percepatan operasional koperasi berjalan nyata dan terukur.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *