Owner SPPG Tegal Pasir Jambesari dan Rejo Agung I Dorong Penguatan Program Pangan di Bondowoso

Owner SPPG Mitra Mandiri Magdalena ABK Group Tegal pasir jambesari Incess Magdalena bersama Owner SPPG Rejo Agung 1 Abah Anwar saat usai lakukan silaturahmi dan rapat koordinasi bersama Wabup dan semua kepala SPPG Se-kabupaten Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Pemilik SPPG Jambesari Tegal Pasir, Lina Tripuspita Sudarmo Putri yang akrab disapa Inces Magdalena, bersama Owner Rejo Agung 1 H. Anwar yang juga akrab disapa Abah Anwar menyampaikan komitmen mereka untuk terus memperkuat pelaksanaan program SPPG di wilayah Kabupaten Bondowoso. Sabtu (7/3/2026) di Wisma Wabup Bondowoso.

Hal tersebut disampaikan usai pertemuan bersama satgas yang membahas berbagai solusi untuk keberlanjutan program SPPG ke depan. Dalam pertemuan tersebut, berbagai persoalan di lapangan berhasil dibahas, mulai dari ketersediaan bahan pangan hingga peningkatan koordinasi antar pihak yang terlibat.

Baca juga: https://ulas.co.id/wabup-bondowoso-asad-yahya-safii-tekankan-optimalisasi-bahan-pangan-lokal-dalam-program-sppg/

Menurut Incess Magdalena/Lina, pertemuan tersebut memberikan motivasi dan semangat baru bagi para mitra SPPG untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.

“Alhamdulillah, tadi kami berkumpul bersama satgas dan mendapatkan solusi-solusi terbaik untuk keberlanjutan SPPG ke depan. Salah satu rencana yang dibahas adalah bagaimana mengatasi kelangkaan bahan dengan memanfaatkan potensi pertanian di Bondowoso, seperti menanam sayur-mayur dan buah-buahan yang berkaitan dengan kebutuhan program,” ujarnya.

Ia menjelaskan, langkah tersebut diharapkan dapat membantu memastikan ketersediaan bahan pangan sekaligus memberdayakan sektor pertanian lokal.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-sidak-spbu-nunung-setianingsih-imbau-warga-tak-panik-beli-pertalite/

Sementara itu, Owner Rejo Agung 1, Abah Anwar menyoroti pentingnya klarifikasi terhadap berbagai informasi yang beredar di masyarakat, terutama terkait isu atau kabar yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurutnya, sejumlah mitra juga menyampaikan keluhan terkait adanya informasi hoaks yang beredar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Kami berharap satgas tidak hanya melakukan evaluasi kepada mitra atau SPPG saja, tetapi juga dapat menindak oknum-oknum yang menyebarkan informasi yang tidak sesuai dengan fakta sehingga dapat merugikan program,” jelasnya.

Para pemilik SPPG juga berharap satgas dapat terus memonitor laporan-laporan yang autentik serta menampung aspirasi dari para mitra di lapangan. Dengan begitu, berbagai kendala yang muncul dapat segera ditangani secara cepat dan tepat.

Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-luncurkan-gerakan-indonesia-asri-bupati-ajak-masyarakat-jaga-lingkungan-di-tengah-cuaca-ekstrem/

Selain itu, pihak SPPG juga membuka ruang transparansi kepada masyarakat. Jika ada penerima manfaat yang merasa kurang puas, mereka dipersilakan untuk datang langsung melihat proses pelayanan di dapur, termasuk di dapur Rejo Agung 1, sebagai bentuk keterbukaan program.

Melalui kerja sama yang solid antara satgas, mitra, dan masyarakat, para owner SPPG berharap seluruh program di Kabupaten Bondowoso dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih baik bagi masyarakat ke depannya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *