Pemkab Bondowoso Gelar Festival Kironggo dan Harjabo ke- 205 Dengan Mengusung Tema “Lestarikan Budaya Untuk Kemajuan Bangsa”

PJ. Bupati Bondowoso M. Hadi Wawan Guntoro saat berikan sambutan di festival Kironggo dan Harjabo ke-205 di Alun-alun RBA Ki Ronggo (foto dok: YUSI Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso Menggelar Festival Kironggo dan Hari Jadi Bondowoso yang ke 205 tahun 2024 dengan mengusung tema “Lestarikan Budaya Untuk Kemajuan Bangsa”. Sabtu malam (31/8/2024) bertempat di Alun-alun RBA Ki Ronggo Bondowoso.
Dimalam puncak acara Festival Kironggo dan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) ke 205, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Kadisparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi meminta saran dan masukan untuk perbaikan kedepannya.
“Karena ad harapan besar dari pelaku usaha pelaku ekonomi UMKM di Bondowoso yang hadir di Alun-alun meminta di perpanjang satu malam lagi,” harapannya.

Kadisparbudpora Bondowoso Mulyadi saat berikan sambutan di malam puncak acara festival Kironggo (foto dok: YUSI Ulas.co.id)
Mulyadi juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 9 sanggar seni, yang terdiri dari 6 sanggar seni dari tingkat SMP dan 3 dari sanggar seni tingkat SMA dan SMK se-Kabupaten Bondowoso.
“9 sanggar seni itu sudah melalui beberapa seleksi, sehingga yang ditampilan benar-benar kearifan lokal Bondowoso,” jelas Kadisparbudpora Bondowoso.
Diketahui, untuk giat tersebut melibatkan 100 UMKM baik dari binaan Disparbudpora Bondowoso maupun dari Umum.
Dikesempatan yang sama, Pj. Bupati Bondowoso M. Hadi Wawan Guntoro mengatakan, dalam pagelaran festival Kironggo dan Hari Jadi Bondowoso yang ke 205 tahun 2024 tersebut semuanya kolaborasinya antara pemerintah dan para seniman budayawan termasuk anak-anak sekolah.
“Jadi inilah Bondowoso penuh dengan kekayaan yang luar biasa kaya budaya kekayaan kesenian kekayaan kearifan lokal kuliner juga, ini banyak juga di sini benar-benar yang khas sebenarnya bentuk kebersamaan diantara seluruh masyarakat dimanapun ada keramaian ada event,” ungkapnya.
PJ Bupati juga menjelaskan, nanti bisa dihitung dua hari kalaupun besok yaitu berapa kira-kira perputaran rupiah yang menstimulasi pertumbuhan atau ekonomi yang ada.
“Kita berharap kegiatan ini bisa diteruskan dilanjutkan, sehingga ini bisa menjadi tontonan bersama dan tuntunan. Karena ini juga kita sekaligus mengenang memberikan kehormatan kepada sesepuh leluhur kita, terutama di keluarga Kironggo yang sudah membabat alas Bondowoso,” ujarnya.
Tak hanya itu PJ. Bupati Bondowoso juga mengingatkan kepada anak-anak kita bahwa sejarah itu penting.
“Jadi supaya anak-anak kita juga ngerti sejarah walaupun di tengah kemajuan zaman tetap jangan sampai melupakan dari mana mereka berasal,” jelasnya.

PJ Bupati Bondowoso M. Hadi Wawan Guntoro saat prosesi penyerahan Estafet Tombak Tunggul Wulung dari keluarga Kironggo kepada PJ bupati (foto dok: YUSI Ulas.co.id)
Ditanya terkait penyerahan Tombak Tunggul Wulung PJ Bupati menjawab, seperti itu penanda amanah bahwa siapapun yang memimpin Bondowoso terus sama disampaikan.
“Tidak mudah bikin sebuah negara dan tidak mudah memimpin suatu daerah perlu tantangan, oleh karena itu diperlukan kebersamaan gotong royong dan dukungan masyarakat,” tegasnya.
Dirinya juga mengucapkan luar biasa atas penyerahan Tombak Tunggul Wulung Kironggo. Inilah kearifan lokal, ia hanya berdoa mudah-mudahan semuanya saling doakan bahwa kemudian kearifan lokal dan mengajarkan banyak hal kepada kita tentang bagaimana kemudian menjaga nilai-nilai itu, nilai budaya, nilai agama yang sehingga itu menjadi pelambang.
“Nanti siapapun yang akan memimpin Bondowoso kebagian juga akan menerima tombak itu, karena itu menjadi estafet kepemimpinan, bagaimana membawa bangsa ini. Untuk di Bondowoso ini harus lebih maju harus lebih baik, sekarang harus lebih baik dari kemarin dan seterusnya,” pungkasnya.

