Tegas Tanpa Kompromi, Polres Bondowoso Terapkan Zero Tolerance Narkoba

Kapolres bersama Wakapolres Bondowoso saat melakukan tes urine kepada semua anggota (foto dok: istimewa)
Bondowoso, Ulas.co.id — Komitmen menjaga integritas bukan sekadar slogan di lingkungan Polres Bondowoso. Di bawah kepemimpinan Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., tes urine mendadak digelar bagi seluruh personel Polri, ASN, dan PPPK sebagai bentuk nyata kebijakan zero tolerance terhadap narkoba.
Kegiatan yang dilaksanakan di Mapolres Bondowoso tersebut diawasi langsung oleh Kapolres didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H. Seluruh personel mengikuti pemeriksaan tanpa pengecualian. Tidak ada dispensasi. Tidak ada toleransi.
Kapolres: Disiplin dan Integritas Harga Mati
Dalam arahannya, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo menegaskan bahwa perang terhadap narkoba harus dimulai dari dalam tubuh institusi.
“Sebagai aparat penegak hukum, kita terikat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Disiplin Anggota Polri. Integritas adalah harga mati. Penyalahgunaan narkotika merupakan pelanggaran berat yang tidak akan kami toleransi, baik secara pidana maupun disiplin,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, pemberantasan narkoba tidak akan efektif jika aparat penegak hukumnya sendiri tidak bersih.
“Tidak mungkin kita memberantas narkoba secara maksimal apabila internal kita sendiri terpapar. Karena itu, pengawasan dan pemeriksaan berkala adalah kewajiban, bukan pilihan,” ujarnya.
Menurutnya, langkah ini juga selaras dengan komitmen penegakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang mengatur sanksi tegas bagi penyalahguna dan pengedar.

Keteladanan Pimpinan dan Transparansi Proses
Pelaksanaan tes dilakukan secara profesional dan transparan. Kehadiran langsung Kapolres dalam proses pemeriksaan menjadi simbol keteladanan dan akuntabilitas.
Kapolres menekankan bahwa anggota Polri adalah garda terdepan dalam pemberantasan narkotika. Karena itu, setiap personel wajib memastikan dirinya bersih dari penyalahgunaan.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Sekali tercoreng, sulit untuk dipulihkan. Oleh karena itu, kita harus menjaga kehormatan institusi dengan disiplin dan integritas tanpa kompromi,” tambahnya.
Pencegahan Dini dan Penguatan Moral Institusi
Tes urine ini bukan sekadar pengawasan administratif, melainkan langkah preventif untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan moral seluruh personel. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya merusak kesehatan dan masa depan individu, tetapi juga melemahkan objektivitas serta profesionalitas aparat penegak hukum.
Dengan langkah tegas ini, Polres Bondowoso mengirim pesan kuat: perang melawan narkoba dimulai dari dalam. Zero tolerance bukan retorika, melainkan kebijakan nyata yang ditegakkan secara konsisten.
Baca juga: https://ulas.co.id/stop-bullying-dinsos-p3akb-bondowoso-gandeng-lkp3a-ciptakan-sekolah-ramah-anak/
Di tengah kompleksitas peredaran gelap narkotika, Kapolres Bondowoso memastikan satu hal: integritas institusi Polri di Bondowoso akan dijaga tanpa kompromi.
Penulis: Redaksi







