Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Pastikan Rekrutmen Nakes Non ASN BLUD Berjalan Transparan

Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso saat menjelaskan lewat press release (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id — Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesnadi Bondowoso dr. Yus Priyatna A., Sp.P., FISR. menegaskan bahwa pelaksanaan rekrutmen tenaga kesehatan Non ASN BLUD tahun 2026 berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berbagai perhatian dan masukan masyarakat terkait proses seleksi tenaga kesehatan di lingkungan RSUD dr. Koesnadi Bondowoso.
“Kami mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat terhadap proses rekrutmen ini. Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai ketentuan dengan menjunjung profesionalisme, objektivitas, dan akuntabilitas,” ujar dr. Yus. Senin (11/5/2026).
dr. Yus Priyatna dalam keterangan resminya. Ia menjelaskan, terkait tidak dicantumkannya nilai tes tertulis pada formasi perawat dalam pengumuman hasil seleksi kompetensi, seluruh peserta sebenarnya telah mengetahui hasil nilai ujian secara langsung saat pelaksanaan tes berbasis komputer berlangsung.
Selain itu, kata dia, seluruh peserta formasi perawat juga dinyatakan mengikuti tahapan berikutnya berupa tes keterampilan (skill test), sehingga pengumuman difokuskan pada peserta yang berhak melanjutkan ke tahapan selanjutnya.
“Perbedaan mekanisme pengumuman antarformasi merupakan bagian dari teknis pelaksanaan seleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing formasi, tanpa mengurangi prinsip keterbukaan dan keadilan,” tegasnya.
dr. Yus juga memastikan proses seleksi dilaksanakan secara independen dan bebas dari praktik titipan, nepotisme, maupun intervensi pihak mana pun.
“Seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama berdasarkan kompetensi dan kemampuan masing-masing,” imbuhnya.
Menanggapi isu yang berkembang mengenai nomor ujian peserta yang diberi tanda warna tertentu, pihak rumah sakit menegaskan bahwa hal tersebut hanya berkaitan dengan kebutuhan teknis administrasi panitia dan tidak berhubungan dengan perlakuan khusus terhadap peserta tertentu.
RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, lanjut dr. Yus, juga menghormati berbagai kritik dan masukan dari masyarakat, tenaga medis, DPRD, maupun peserta seleksi sebagai bagian dari evaluasi penyempurnaan proses rekrutmen ke depan.
“Semua masukan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan rekrutmen berikutnya semakin baik, profesional, dan transparan,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







