Dinsos P3AKB Bondowoso dan Fatayat NU Perkuat Sinergi Perlindungan Perempuan dan Anak

Kadinsos, Kabid PPPA Dinsos P3AKB Bondowoso saat lakukan penandatanganan kerja sama (PKS) bersama LKP3A Fatayat NU (foto dok: istimewa) 

Bondowoso, ulas.co.id – Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Bondowoso terus memperkuat kolaborasi dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Salah satunya melalui penandatanganan kerja sama (PKS) bersama LKP3A Fatayat NU Bondowoso yang digelar dalam kegiatan Penguatan Kader LKP3A Fatayat NU dan Pondok Konseling (Poling), Kamis (14/5/2026).

Kepala Bidang PPPA Dinsos P3AKB Kabupaten Bondowoso, Hafidhatullaily, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat untuk memberikan pendampingan serta perlindungan yang lebih maksimal bagi perempuan dan anak di Bondowoso.

Baca juga: https://ulas.co.id/camat-tenggarang-pastikan-seleksi-perangkat-desa-koncer-kidul-transparan-dan-bebas-pungli/

Baca juga: https://ulas.co.id/pmi-bondowoso-siap-pindah-lokasi-bupati-tegaskan-pelayanan-donor-darah-tidak-boleh-berhenti/

Menurutnya, keberadaan LKP3A Fatayat NU dan Pondok Konseling di tingkat kecamatan hingga desa diharapkan mampu menjadi ruang aman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan maupun konsultasi.

“Alhamdulillah penandatanganan PKS Dinsos P3AKB bersama LKP3A Fatayat Bondowoso ini menjadi bentuk kolaborasi dan sinergi untuk perempuan dan anak Bondowoso. Semoga membawa keberkahan dan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Hafidhatullaily.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pelatihan layanan bagi kader LKP3A dan Pondok Konseling Fatayat NU se-Cabang Bondowoso. Para kader dibekali pemahaman terkait penanganan persoalan perempuan dan anak, layanan konseling, hingga penguatan peran sosial di tengah masyarakat.

Baca juga: https://ulas.co.id/dpc-pamdi-bondowoso-periode-2026-2031-resmi-dilantik-siap-wujudkan-organisasi-profesional-dan-majukan-musik-dangdut-daerah/

Hafidhatullaily berharap, melalui penguatan kader tersebut, penanganan kasus perempuan dan anak dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan menyentuh hingga tingkat bawah.

“Kolaborasi ini penting agar perlindungan perempuan dan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/direktur-rsud-dr-koesnadi-bondowoso-pastikan-rekrutmen-nakes-non-asn-blud-berjalan-transparan/

Baca juga: https://ulas.co.id/sinergi-satgas-ppa-bondowoso-ikuti-zoom-perkuat-penanganan-kasus-perempuan-dan-anak-semakin-komprehensif/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *