Festival Muharram 2026 Ditutup, Transaksi UMKM Tembus Rp3 Miliar, Wabup As’ad: Ekonomi Syariah Jadi Instrumen Nyata Kesejahteraan Masyarakat

Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i saat berikan sambutan dalam acara penutupan festival muharam 1448 H. Tahun 2026 (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Festival Muharram 2026 yang berlangsung sepanjang bulan Muharram resmi ditutup pada Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah di Kabupaten Bondowoso ini mencatat capaian membanggakan dengan nilai transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar selama pelaksanaan festival.

Penutupan Festival Muharram 2026 dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Jatim, pimpinan perangkat daerah, pelaku UMKM, pondok pesantren, komunitas, serta masyarakat.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/festival-muharram-2026-ditutup-transaksi-umkm-tembus-rp3-miliar-dan-perkuat-ekonomi-syariah-bondowoso/

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Safi’i menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Festival Muharram 2026 dan program Semarak Ekonomi Syariah (SAMARA).

“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam Festival Muharram 2026 dan Semarak Ekonomi Syariah di Kabupaten Bondowoso. Selama pelaksanaan festival, kita telah menyaksikan semangat kolaborasi yang luar biasa antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, BUMD, pondok pesantren, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh masyarakat Bondowoso,” ujar As’ad.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih selama festival menjadi bukti bahwa ekonomi syariah bukan sekadar konsep, melainkan instrumen nyata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

As’ad menegaskan, keberhasilan Festival Muharram 2026 tidak lepas dari dukungan dan sinergi berbagai pihak, terutama Bank Indonesia yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam mengembangkan ekonomi syariah melalui program SAMARA.

“Kolaborasi ini memberikan manfaat besar, tidak hanya meningkatkan literasi keuangan syariah, tetapi juga memperluas akses pasar bagi UMKM, memperkuat ekosistem halal, serta mendorong transformasi ekonomi masyarakat yang lebih produktif,” katanya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/bapenda-bondowoso-ajak-masyarakat-taat-pajak-dan-retribusi-untuk-percepat-pembangunan-daerah/

Lebih lanjut, ia menyebut Festival Muharram tahun ini tidak hanya berdampak pada peningkatan transaksi ekonomi lokal, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pengembangan produk unggulan daerah hingga ke pasar internasional.

Karena itu, As’ad mengajak seluruh pelaku UMKM, koperasi, industri kecil menengah, dan pondok pesantren untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperkuat inovasi, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun usaha yang memiliki daya saing tinggi.

“Momentum ini harus menjadi pemicu bagi seluruh pelaku usaha untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Produk-produk unggulan Bondowoso memiliki potensi besar untuk menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/expo-peternakan-dan-kontes-ternak-2026-bondowoso-wabup-asad-yahya-safii-dorong-peternak-cetak-ternak-berkualitas-juara-i-jadi-inspirasi/

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat Muharram sebagai semangat hijrah menuju perubahan yang lebih baik demi mewujudkan Bondowoso yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Mari kita jadikan semangat Muharram sebagai semangat hijrah menuju Bondowoso yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tegasnya.

Festival Muharram 2026 menjadi salah satu bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama para pemangku kepentingan dalam memperkuat ekonomi syariah sebagai fondasi pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *