Bersamaan HUT RI Ke-79, Pj. Bupati Bondowoso Hadiri Pawai Kirab Harjabo Yang ke 205

PJ. Bupati Bondowoso bersama isteri saat naik pendi pawai kirab Harjabo (foto dok: YUSI Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dimomen kebersamaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke- 79 PJ Bupati Bondowoso menghadiri Pawai Kirab Hari Jadi Bondowoso (HARJABO) yang ke 205, kirab tersebut dimulai dari pendopo Bupati secara beriringan naik pendi menuju makam Ki Ronggo atau Ki Bagus Asra. Jumat (16/8/2014).

Dalam kesempatan tersebut Pj. Bupati Bondowoso M. Hadi Wawan Guntoro mengucapkan puji syukur untuk kembali memperingati Hari Jadi Kabupaten Bondowoso yang ke 205.

“Jadi tadi Pak Didik yang mewakili menyampaikan cerita, tentunya apa yang sudah diletakkan dasar baik dasar pemerintahan dasar kehidupan bermasyarakat beragama dasar bagaimana kemudian berbudaya ini kita sampai sekarang masih merasakan, saya baru 20 hari di Bondowoso tetapi saya merasakan suatu kekuatan budaya kearifan lokal yang luar biasa di Bondowoso ini, dan itu pasti adalah hasil buah dari apa yang sudah dilakukan oleh Ki Ronggo pada saat awal-awal dulu membangun Bondowoso,” tuturnya.

PJ. Sekda Bondowoso bersama Kepala Dinas Perijinan terpadu satu pintu saat naik pendi di pawai kirab Harjabo (foto dok: YUSI Ulas.co.id)

Nilai-nilai ini, kata PJ Bupati. Tentunya tidak bisa digantikan dengan apapun sehingga kita sebagai generasi penerus tentunya berkewajiban untuk bagaimana menjaga semuanya ini bisa tetap terjaga dengan baik.

“Karena budayanya luar biasa bagaimana kemudian keagamaannya juga kita merasakan sehingga di hari yang baik ini kita butuh bersyukur, tentunya semua tersimpan atas karunia Allah subhanahu wa ta’ala semoga semuanya diberikan sehat, anak-anak kita para pemimpin kita semuanya,” ucapnya.

PJ. Bupati juga mengatakan, tentunya kita sebagai warga Bondowoso di manapun berada mempunyai kewajiban untuk terus menjaga nilai-nilai yang sudah diterapkan oleh Ki Ronggo ini dan Alhamdulillah sudah ada titik temu bagaimana kemudian peringatan hari jadi Bondowoso ini telah ditetapkan pada tanggal 17 Agustus.

“Jadi setiap tanggal 17 Agustus juga akan diperingati sebagai Hari Jadi Kabupaten Bondowoso, tentunya ini menjadi keuntungan tersendiri karena 17 Agustus ini juga menjadi tanggal yang boleh kita bilang adalah tanggal yang sakral bagi perjuangan bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Kemudian bagaimana kita memaknai kita merenungkan bahwa dua hari besar yang mempunyai nilai-nilai filosofi. Nilai-nilai yang mendasari kehidupan berbangsa dan bernegara ini saling menguatkan.

“Jadi gotong royongnya bagaimana kemudian kebersamaannya kekeluargaannya persatuan dan kesatuan ini akan sangat saling mengikat, sehingga bagaimana membangun Bondowoso kedepan modalnya kita sudah punya Kironggo,” terangnya.

Sehingga kalau kemudian ada pihak-pihak yang berusaha memecah belah ini tentunya menjadi tugas kita bersama untuk mengingatkan bahwa Bondowoso ini adalah Bondowoso yang rukun yang guyub yang gotong royongnya tinggi yang kemudian meletakkan segala sesuatu bagaimana kemudian untuk pemanfaatannya.

“Jadi saya rasa terima kasih ini tentunya juga menjadi kekuatan kita bersama sehingga apa yang tadi disampaikan yang mewakili keluarga Ki Ronggo, kemudian tempat ini kita jaga sehingga ini akan menjadi penanda menjadi tinggalan kita untuk anak-anak kita bahwa Bondowoso ini dulu dibangun oleh beliau yang kemudian dilestarikan di sini,” paparnya.

Ia juga berpesan, jangan sampai lupa semuanya mari kita dengan tugas fungsinya masing-masing mari kita membawa bahwa pendidikan bisa mengajak anak-anak kita ke sini untuk mengenalkan.

“Bagaimana ajaran-ajaran ataupun tinggalan kebudayaan juga yang sekarang masih ada bagaimana kita jaga kita hidupkan kembali, jadi Insyaallah nanti tanggal 30-31 Agustus ada festival Kironggo,” pungkasnya. (Yus)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *