Bondowoso Menuju Nol TBC: Komitmen Daerah Ditegaskan, Audit BPK Disambut dengan Optimisme

Bupati bersama Wabup serta Sekda dan Direktur RSUD Koesnadi, Kadinkes dan kepala OPD lainnya saat lakukan entry meeting (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan komitmen luar biasa dalam penanganan penyakit Tuberculosis (TBC), seiring dengan dimulainya audit kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas program penanggulangan TBC. Entry meeting audit ini digelar menyusul kegiatan intensif penanganan TBC selama bulan September lalu, dan akan berlanjut dengan pendalaman data hingga Oktober. Senin (20/10/2025) di ruang peringgitan pendopo Raden Bagoes Assra.

Baca juga: https://ulas.co.id/dpd-partai-golkar-bondowoso-tegaskan-komitmen-pelayanan-aspirasi-masyarakat-tanpa-libur/

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa seluruh jajaran perangkat daerah menyambut baik proses audit ini sebagai langkah memperkuat sistem kesehatan daerah.

“Audit ini bukan sekadar evaluasi, tapi momentum emas untuk membuktikan bahwa kami di Bondowoso serius, tulus, dan konsisten dalam menanggulangi TBC. Komitmen kami tegak lurus dengan cita-cita Indonesia Bebas TBC 2030,” ujar Fathur Rozi.

Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-salurkan-bantuan-202-unit-alat-pertanian-dukung-mekanisme-dan-ketahanan-pangan/

Menurut Sekda, Pemkab Bondowoso tidak hanya fokus pada angka dan laporan, melainkan pada upaya nyata yang berbasis data dan kesadaran masyarakat.

“Penanganan TBC di Bondowoso sudah berjalan berbasis data yang akurat. Tapi lebih dari itu, kami ingin membangkitkan kesadaran bersama, bahwa TBC bisa dicegah dan disembuhkan jika semua pihak bergerak,” tambahnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-funbike-2025-meriahkan-hut-ke-80-tni-4-000an-kupon-ludes-terjual/

Berbasis Data, Berjiwa Sosial. Audit BPK yang tengah berjalan akan menilai sejauh mana efektivitas dan efisiensi program penanganan TBC di Kabupaten Bondowoso. Namun bagi Bondowoso, ini bukan sekadar audit administratif, tapi bagian dari perjalanan untuk menyelamatkan nyawa.

“Kami tidak hanya ingin bebas dari temuan, tapi ingin bebas dari TBC. Itu yang utama,” ujarnya.

Senada dengan Sekda, Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna menyampaikan bahwa rumah sakit sebagai garda terdepan layanan rujukan TBC telah mempersiapkan data dan sistem layanan yang transparan serta terintegrasi.

“Kami mendukung penuh audit ini. Justru dengan audit, kita bisa tahu mana yang perlu diperbaiki, mana yang perlu diperkuat. RS Koesnadi siap membuka semua data layanan TBC secara akuntabel dan profesional,” jelas dr. Yus.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-hamid-wahid-dan-plt-kepala-bpbd-bondowoso-pimpin-apel-kesiapsiagaan-bencana/

Ia juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit bekerja erat dengan Dinas Kesehatan dan jejaring Puskesmas untuk memastikan deteksi dini, pengobatan tuntas, serta edukasi kepada pasien dan keluarga.

Baca juga: https://ulas.co.id/aglomelasi-tapal-kuda-diresmikan-jember-bondowoso-dan-situbondo-bersatu-menuju-pembangunan-terintegrasi/

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta masyarakat, Kabupaten Bondowoso kini berdiri sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang paling siap menjawab tantangan nasional dalam eliminasi TBC. (Yus)

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *