Perhutani KPH Bondowoso Dukung Verifikasi Aset Biologis dan Pengecekan Sarpras oleh KJPP

Perum Perhutani KPH Bondowoso bersama jajaran saat melaksanakan pendampingan pada tim KJPP (foto dok: istimewa)
Bondowoso, Ulas.co.id – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso melaksanakan pendampingan kepada Tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dalam kegiatan verifikasi, identifikasi, serta pengambilan sampel aset biologis di wilayah kerja KPH Bondowoso, Selasa (13/01/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa unit pengelolaan, antara lain BKPH Panarukan RPH Bungatan Petak 34L (Rencana Tebangan A2 Jati) serta BKPH Prajekan RPH Bayeman Petak 29B-1 (Rencana Tebangan Jati).
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-perkuat-sinergi-dengan-polres-situbondo-dalam-momentum-pisah-kenang-kapolres/
Selain verifikasi aset biologis, Tim KJPP juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana (Sarpras) perusahaan. Pemeriksaan meliputi kondisi bangunan Kantor KPH Bondowoso, rumah dinas Administratur, rumah dinas Asper dan KRPH, serta kantor-kantor Asper. Pengecekan ini bertujuan memastikan kelayakan fungsi, kondisi fisik, serta nilai ekonomis aset Sarpras agar tercatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Verifikasi aset biologis merupakan bagian dari proses assessment dan valuation aset perusahaan berupa tegakan tanaman kehutanan dan tanaman agroforestri. Penilaian dilakukan menggunakan pendekatan ilmiah dan standar profesional dengan mengacu pada International Financial Reporting Standards (IFRS), khususnya IAS 41 Agriculture, serta Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pedoman teknis kehutanan terkait inventarisasi tegakan, pengukuran biomassa, dan penilaian aset kehutanan.
Baca juga: https://ulas.co.id/banjir-di-cermee-bondowoso-rusak-aspal-jalan-yang-baru-diperbaiki/
Penerapan standar tersebut bertujuan memastikan ketepatan data volume tegakan, umur dan tingkat pertumbuhan tanaman, kondisi kesehatan tegakan, estimasi biomassa, hingga potensi nilai ekonomi aset. Dengan demikian, kegiatan ini mendukung tertib administrasi, transparansi laporan keuangan, serta penerapan prinsip good corporate governance.
Tim KJPP dipimpin oleh Person in Charge (PIC) Agi Nanda Putra, didukung Tenaga Ahli Kehutanan Riki Hardi Saputra, Mu’adz Ubaidillah, Dian Dwi Anggraeni, dan Futri Restiana Zahra. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel terukur, pengukuran diameter dan tinggi pohon, kerapatan tegakan, serta luas areal sesuai standar forestry valuation.
Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-seleksi-open-bidding-di-11-opd-tetapkan-tiga-besar-terbaik-berbasis-kinerja-dan-akuntabilitas/
Pendampingan kegiatan dilakukan bersama Departemen Perencanaan Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang dihadiri KSS Perencanaan Syahdan Nanang Pribadi, Wakil Kepala Perencanaan Hutan Wilayah (PHW) V Jember Wariman, serta KSS Wilayah V Dino Ramadhan. Dari KPH Bondowoso hadir Administratur beserta jajaran Wakil Administratur, Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi Perencanaan, Sarana Prasarana, dan Pembinaan Hutan.
Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa verifikasi aset biologis dan pengecekan Sarpras merupakan agenda strategis perusahaan untuk memastikan seluruh aset Perhutani tercatat secara akurat, ilmiah, dan sesuai kondisi faktual di lapangan.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-luncurkan-aplikasi-akselerasi-untuk-perkuat-akuntabilitas-kinerja-pemerintah-daerah/
“Pendampingan ini bertujuan agar proses verifikasi oleh KJPP berjalan lancar, menghasilkan data yang valid, memenuhi standar IFRS dan SNI, serta dapat dipertanggungjawabkan secara profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Perencanaan Sumber Daya Hutan Divisi Regional Jawa Timur melalui Wakil Kepala PHW V Jember, Wariman, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi instrumen penting dalam menyelaraskan data perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan.
“Kegiatan ini menjadi dasar ilmiah dalam penguatan perencanaan sumber daya hutan serta menjamin keakuratan nilai aset dari aspek ekologis, ekonomi, dan administratif sesuai standar pelaporan yang berlaku,” jelasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-tinjau-langsung-lokasi-banjir-di-kecamatan-cermee/
PIC KJPP, Agi Nanda Putra, menambahkan bahwa verifikasi dilakukan secara profesional, objektif, dan berbasis metodologi ilmiah melalui pengamatan langsung terhadap objek penilaian. “Pendampingan dari Perhutani sangat membantu kelancaran pelaksanaan serta meningkatkan akurasi dan validitas data lapangan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Perhutani KPH Bondowoso berharap pengelolaan aset biologis dan sarana prasarana perusahaan semakin optimal, akuntabel, serta mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management) guna meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan.
Baca juga: https://ulas.co.id/edufair-ke-3-bondowoso-dorong-akses-pendidikan-tinggi-dan-peningkatan-ipm/
Penulis: Redaksi







