Bondowoso Perkuat Pembangunan Berbasis Riset Lewat Kolaborasi Strategis dengan UNESA

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (BAPPERIDA) saat melaksanakan FGD bersama UNESA di pendopo Bupati (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat pembangunan daerah berbasis riset dan pengabdian kepada masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan perguruan tinggi. Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam rangkaian kegiatan International Community Development dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang digelar selama tiga hari hingga Sabtu mendatang. Kamis (05/02/2026) di pendopo Bupati.
Kepala BAPPERIDA Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah penting di tengah keterbatasan anggaran daerah. Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai mampu memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis riset dan data lapangan.
“Kami berharap setiap kebijakan yang lahir di Bondowoso memiliki dasar riset yang kuat. Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UNESA ini menjadi sangat penting, baik untuk riset maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujar Anisatul Hamidah.
Ia menjelaskan, pada hari ini terdapat dua agenda besar yang dijalankan bersama UNESA. Agenda pertama adalah pembukaan UNESA International Community Development yang difokuskan pada pelatihan masyarakat di kawasan Ijen. Program ini menyasar empat segmen utama, yakni ibu-ibu, anak muda, petani, dan peternak.
Sementara agenda kedua adalah pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang melibatkan sedikitnya 12 tema kolaborasi, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, sertifikasi halal UMKM, sekolah ramah anak, hingga penguatan sumber daya manusia.
“Kami ingin kolaborasi ini mampu memotret potensi riil Bondowoso, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Potensi tersebut kemudian kita elaborasi menjadi kekuatan pembangunan daerah,” jelasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/kph-bondowoso-borong-penghargaan-di-innovation-award-2025-perhutani/
Dalam aspek ekonomi, Anisatul Hamidah menekankan pentingnya hilirisasi sektor pertanian dan peternakan. Melalui pelatihan yang diberikan UNESA, masyarakat didorong untuk naik kelas dari sekadar produsen bahan mentah menjadi pelaku industri pengolahan.
Beberapa pelatihan yang diberikan antara lain pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk kandang, serta pengembangan produk olahan hasil pertanian seperti alpukat, pisang, dan tomat.
“Petani tidak hanya menjual hasil panennya, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Di sinilah UMKM bergerak dan kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” tegasnya.
Selain pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam promosi pariwisata. Sejumlah peserta berasal dari luar negeri, termasuk dari Korea Selatan, bahkan salah satunya merupakan jurnalis internasional yang akan mengeksplorasi potensi wisata Bondowoso ke tingkat global.
Tak hanya itu, UNESA juga membuka peluang peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah sarjana di Bondowoso serta mempermudah akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kolaborasi semacam ini terus diperluas, tidak hanya dengan UNESA tetapi juga dengan perguruan tinggi lainnya.
“Sesuai dengan program unggulan Bapak Bupati, Bondowoso diarahkan menjadi pusat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi perguruan tinggi untuk bersama-sama membangun Bondowoso,” pungkas Anisatul Hamidah.
Penulis: Redaksi

