Dinsos P3AKB Bondowoso Laksanakan Pendampingan dan Asesmen Psikologis Kasus Perempuan dan Anak

Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso didampingi Kepala Bidang PPPA Dinsos Bondowoso saat laksanakan pendampingan terhadap kasus perlindungan perempuan dan anak (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dalam upaya memberikan perlindungan maksimal kepada perempuan dan anak, Dinas Sosial P3AKB Bondowoso melaksanakan kegiatan pendampingan kasus serta asesmen psikologis pada Kamis (19/02/2026) di wilayah Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap perempuan dan anak yang menghadapi permasalahan sosial maupun dugaan kekerasan mendapatkan perlindungan, pemulihan, serta pendampingan secara komprehensif.

Baca juga: https://ulas.co.id/dua-pekan-polres-bondowoso-ungkap-11-kasus-narkotika-hingga-curanmor-11-motor-diamankan/

Kepala Dinas Sosial P3AKB Bondowoso, dr. Moh Imron, menegaskan bahwa pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap identifikasi kasus hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut.

“Kami memastikan setiap laporan yang masuk ditangani secara profesional dan humanis. Pendampingan tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh pemulihan psikologis korban agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan bermartabat,” ujar dr. Imron.

Baca juga: https://ulas.co.id/polwan-polres-bondowoso-hadir-humanis-kapolres-tegaskan-komitmen-pelayanan-saat-imlek/

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinsos P3AKB Bondowoso, Hafidhatullaily menjelaskan bahwa asesmen psikologis menjadi bagian penting dalam proses penanganan kasus.

“Asesmen dilakukan oleh tenaga profesional untuk mengidentifikasi dampak psikologis yang dialami korban. Hasil asesmen ini menjadi dasar dalam menentukan intervensi lanjutan, baik berupa konseling intensif, rujukan layanan medis, maupun pendampingan hukum,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan wawancara mendalam, observasi kondisi emosional, serta pemetaan kebutuhan korban. Pendekatan yang digunakan mengedepankan prinsip kerahasiaan, empati, dan kepentingan terbaik bagi perempuan dan anak.

Baca juga: https://ulas.co.id/hpn-fest-2026-di-bondowoso-perayaan-hari-pers-yang-lebih-inklusif-dan-berdampak/

Melalui kegiatan ini, Dinsos P3AKB Bondowoso berharap tercipta sistem perlindungan yang responsif dan berkelanjutan, sehingga setiap korban dapat memperoleh rasa aman, dukungan psikososial, serta pemulihan yang optimal.

Baca juga: https://ulas.co.id/respons-cepat-damkar-warga-terjatuh-ke-sumur-berhasil-diselamatkan-di-desa-taman-kerocok/

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *