Dampak Ambruknya Jembatan Sentong, Pemkab Bondowoso Gerak Cepat Tangani Kerusakan Jalan Alternatif di Tamanan

Kadis BSBK Bondowoso beserta jajaran, Koramil, Kapolsek, dishub, dan Forkopimcam saat rapat (foto dok: istimewa)
Bondowoso, Ulas.co.id – Ambruknya Jembatan Sentong di wilayah Nangkaan masih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Dampak pengalihan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif memicu peningkatan volume lalu lintas yang signifikan, sehingga menyebabkan kerusakan di beberapa titik ruas jalan.
Untuk merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Kabupaten Bondowoso, Ansori, menggelar rapat koordinasi bersama Camat Tamanan, diwakili sekcam, Kapolsek Tamanan, serta Kepala UPT Bina Marga Wilayah Grujugan, pada Selasa (03/03/2026). Pertemuan berlangsung di Kantor Kecamatan Tamanan dan difokuskan pada percepatan penanganan kerusakan jalan alternatif sekaligus memastikan pengalihan arus berjalan aman dan terkendali.
Baca juga: https://ulas.co.id/stop-bullying-dinsos-p3akb-bondowoso-gandeng-lkp3a-ciptakan-sekolah-ramah-anak/
Dalam keterangannya, Kepala Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Ansori ST menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik kerusakan yang timbul akibat lonjakan kendaraan di jalur alternatif.
“Kami sudah melakukan identifikasi di sejumlah titik yang mengalami kerusakan. Peningkatan volume kendaraan cukup signifikan setelah pengalihan arus, sehingga berdampak pada kondisi badan jalan,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, BSBK melakukan penanganan darurat dengan menutup lubang menggunakan material yang tersedia. Namun, ia menegaskan bahwa perbaikan tersebut masih bersifat sementara.
“Sebagaimana disampaikan saat kunjungan Wakil Gubernur ke lokasi Jembatan Sentong, ada komitmen dukungan bantuan aspal dari pemerintah provinsi. Saat ini kami masih menunggu realisasinya. Selain aspal, kami juga membutuhkan material agregat sebagai lapisan dasar agar perbaikan lebih kuat dan tidak mudah rusak kembali,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Tamanan, melalui Sekcamnya menegaskan, pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi dampak ambruknya jembatan tersebut.
“Kami di tingkat kecamatan siap mendukung penuh langkah-langkah percepatan penanganan jalan alternatif. Koordinasi dengan desa-desa, kepolisian, dan instansi terkait terus kami perkuat agar pengalihan arus ini tetap berjalan tertib dan aman bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintasi jalur alternatif serta mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan.
Selain pembahasan teknis perbaikan jalan, rapat juga menekankan pentingnya pengaturan lalu lintas di jalur alternatif. Kapolsek Tamanan bersama jajaran akan mendukung pengamanan serta pengaturan arus kendaraan guna meminimalisir potensi kemacetan maupun kecelakaan. Kepala UPT Bina Marga Wilayah Grujugan pun memastikan kesiapan tim untuk melakukan penanganan cepat di titik-titik kerusakan prioritas.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi intensif agar dampak ambruknya Jembatan Sentong dapat segera tertangani, sehingga mobilitas masyarakat tetap lancar dan aktivitas perekonomian tidak terganggu.
Penulis: Redaksi







