Anggaran BPBD Bondowoso Naik Hampir Rp1 Miliar atau 20 Persen, Tahun 2027 Siapkan Penanganan Kekeringan Permanen di Empat Titik

BONDOWOSO, ulas.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mendapatkan tambahan anggaran hampir Rp1 miliar atau meningkat sekitar 20 persen. Kenaikan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan serta mendukung operasional penanganan bencana yang diprediksi mengalami peningkatan pada tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, S.T., M.M., Jumat (30/10/2026), usai mengikuti rapat kerja (Raker) bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Bondowoso.
Kristianto menyampaikan, peningkatan anggaran tersebut menjadi kabar baik bagi BPBD, mengingat kejadian bencana sepanjang tahun ini menunjukkan tren yang perlu diantisipasi. Bahkan, pada 2027 mendatang diperkirakan potensi kejadian bencana akan semakin meningkat sehingga kebutuhan anggaran operasional harus disesuaikan.
“Alhamdulillah, BPBD mendapatkan peningkatan anggaran hampir Rp1 miliar atau sekitar 20 persen. Artinya, ada upaya agar penanggulangan bencana bisa berjalan dengan baik. Mengingat kejadian bencana sepanjang tahun ini mengalami peningkatan dan diprediksi tahun berikutnya akan lebih banyak, maka anggaran operasional juga harus dipenuhi,” ungkapnya.
Selain memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana, BPBD Bondowoso juga memprioritaskan penanganan persoalan kekeringan melalui program yang bersifat permanen.
Menurut Kristianto, sesuai arahan Bupati Bondowoso dan Komisi IV DPRD, penanganan kekeringan ke depan diupayakan tidak lagi hanya mengandalkan langkah-langkah darurat, seperti distribusi air bersih ketika masyarakat mengalami krisis air. Namun, diperlukan solusi jangka panjang agar kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Sebagaimana arahan Bupati dan DPRD Komisi IV, penanganan kekeringan ini diupayakan dengan cara permanen, bukan hanya melalui cara-cara kedaruratan. Tentu pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, dengan adanya tambahan anggaran yang telah diperoleh, BPBD Bondowoso mulai merencanakan pembangunan sarana penanganan kekeringan pada 2027.
Dalam rencana tersebut, terdapat empat titik yang menjadi sasaran program, dengan rincian tiga titik untuk kegiatan pengeboran sumber air dan satu titik lainnya untuk penyediaan sarana pendukung.
“Insyaallah, tahun depan 2027 kami merencanakan empat titik. Tiga titik dilakukan pengeboran dan satu titik untuk penyediaan sarananya,” imbuh Kristianto.
Program tersebut diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman kekeringan. Dengan pendekatan permanen, penanganan krisis air diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air bersih.
Peningkatan anggaran BPBD serta rencana pembangunan sarana air tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Bondowoso, baik dalam aspek kesiapsiagaan, respons kedaruratan, maupun mitigasi bencana secara berkelanjutan.
Penulis: Redaksi


