Anggaran Menu MBG Idul Fitri Berubah, Kepala Dapur SPPG Jambesari I Tegaskan Ikuti Edaran BGN

Kepala Dapur SPPG Jambesari I Tegal Pasir Ahmad Riansyah (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Perubahan baku anggaran paket menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis at cost menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi perhatian sejumlah penyelenggara di daerah. Menyikapi hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jambesari I menegaskan tetap mengikuti arahan terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Kepala Dapur MBG SPPG Jambesari I, Ahmad Riansyah, mengatakan bahwa pihaknya berpegang pada kebijakan terbaru yang dikeluarkan BGN terkait penyesuaian anggaran paket menu MBG khusus momentum Idul Fitri.

“Pada prinsipnya kami mengikuti instruksi terakhir dari BGN. Polanya at cost, artinya menyesuaikan biaya riil di lapangan, namun kualitas dan kecukupan gizi tetap menjadi prioritas utama,” ujar Ahmad Riansyah. Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: https://ulas.co.id/sppg-jambesari-i-tegaskan-ikuti-juknis-terbaru-dari-bgn-terkait-anggaran-menu-program/

Sebelumnya, pada instruksi awal, paket menu MBG Idul Fitri sempat ditetapkan sebesar Rp70 ribu untuk porsi besar dan Rp56 ribu untuk porsi kecil. Namun melalui surat edaran terbaru yang diterbitkan pada Kamis, 12 Maret 2026, BGN melakukan penyesuaian anggaran.

Dalam edaran tersebut, anggaran paket menu ditetapkan menjadi Rp40 ribu untuk porsi besar dan Rp32 ribu untuk porsi kecil.

Perubahan kebijakan ini memunculkan dua skema pelaksanaan di lapangan. Penyelenggara yang masih menggunakan anggaran awal Rp70 ribu dan Rp56 ribu tetap diperbolehkan, namun wajib menyiapkan laporan rinci realisasi penggunaan anggaran sebagai bentuk pertanggungjawaban apabila sewaktu-waktu dilakukan audit oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: https://ulas.co.id/pembinaan-karyawan-dan-siraman-rohani-perhutani-kph-bondowoso-perkuat-iman-dan-taqwa-di-bulan-ramadhan/

Kondisi tersebut membuat sebagian penyelenggara memilih pendekatan at cost, yakni menyesuaikan menu dengan biaya riil tanpa mengurangi standar kualitas dan kandungan gizi makanan.

SPPG Jambesari I termasuk yang mengambil langkah tersebut.

“Yang terpenting bukan angka nominalnya, tetapi bagaimana penerima manfaat tetap mendapatkan makanan yang layak, bergizi, dan berkualitas. Itu yang menjadi komitmen kami,” tegasnya.

Meski terjadi penyesuaian anggaran, pihaknya memastikan menu MBG pada momentum Idul Fitri tetap memiliki nilai lebih dibanding menu harian, baik dari sisi variasi hidangan maupun komposisi gizi.

Baca juga: https://ulas.co.id/polisi-baik-iptu-nurudin-s-h-bantu-warga-terpencil-di-bawah-kaki-gunung-raung/

Distribusi paket menu MBG khusus Idul Fitri dijadwalkan berlangsung selama empat hari, yakni pada Jumat–Sabtu, 13–14 Maret 2026, serta Senin–Selasa, 16–17 Maret 2026.

Setelah periode layanan khusus tersebut, operasional program MBG oleh SPPG Jambesari I akan kembali berjalan normal pada 31 Maret 2026.

Ahmad Riansyah menegaskan bahwa perubahan anggaran tidak akan mengurangi komitmen penyelenggara dalam menjaga kualitas makanan bagi para penerima manfaat program MBG.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *