Bapenda Bondowoso Genjot Optimalisasi PBB, Targetkan PAD 2026 Capai Rp333 Miliar

Realisasi PBB P2 Tahun 2025 sampai dengan tanggal 28 November 2025 kabupaten Bondowoso (foto dok: Istimewa)
Bondowoso, Ulas.co.id – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso, Slamet Yantoko, menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sejumlah langkah strategis tengah digerakkan guna memastikan penarikan PBB berjalan efektif, akuntabel, dan berbasis digital. Sabtu (29/11/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/desa-pakuwesi-luncurkan-pakuwesi-semanis-terobosan-digital-untuk-data-kependudukan-real-time/
Slamet mengungkapkan bahwa beberapa kepala desa telah menyatakan kesiapan untuk segera menyelesaikan pembayaran PBB hingga 70 persen.
“Kami masih menunggu realisasinya. Piutang PBB saat ini berpotensi menjadi tambahan PAD 2026 lebih kurang dari Rp32 miliar. Tahun ini masih terbayar Rp700 juta, ini potensi besar yang harus kita amankan,” ujarnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-optimalkan-fungsi-ekologis-hutan-melalui-gound-braeking-besama-iikp-dan-lintas-sektor/
Untuk memastikan kepatuhan wajib pajak, Bapenda akan melakukan penyisiran khusus terhadap instansi Pemerintah Nasional (PN), BUMN, dan BUMD yang belum melunasi PBB, baik untuk rumah pribadi, rumah Dinas maupun lahan sewa atau harapan PN.
“Semua pihak harus memberi contoh. Ketertiban pembayaran PBB adalah kewajiban bersama,” tegas Slamet.
Baca juga: https://ulas.co.id/mahfud-junaedi-tekankan-penguatan-perencanaan-desa-untuk-percepatan-operasional-koperasi-desa-merah-putih/
Catur Panutan 2026: Dorong Pembayaran Lebih Cepat. Memasuki tahun 2026, Bapenda akan melaksanakan Program Catur Panutan pada bulan April. Program ini diharapkan menjadi momentum bagi PN, BUMN, BUMD, dan seluruh unsur pemerintahan untuk menjadi teladan dalam pembayaran PBB.
Baca juga: https://ulas.co.id/wabup-asad-bersama-kadisnakkan-tinjau-pengobatan-massal-ternak-dan-pemeriksaan-aset-bbi-di-sumber-wringin/
“Begitu SPPT kami distribusikan, kami harapkan semua instansi dapat segera melaksanakan pembayaran. Teladan ini penting untuk membangun budaya tertib pajak di masyarakat,” tambahnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-tegaskan-mutasi-jabatan-berjalan-sesuai-prosedur-dan-hasil-evaluasi-kinerja/
Baca juga: https://ulas.co.id/bapenda-bersama-asisten-pemkab-bondowoso-gencarkan-monitoring-pajak-temukan-15-potensi-objek-baru/
Perbaikan SPPT dan Layanan Jemput Bola. Slamet juga menegaskan bahwa pihaknya siap turun langsung apabila terdapat kesalahan pada data SPPT.
“Bila ada keluhan atau ketidaksesuaian, silakan lapor ke desa atau kecamatan. Kami siap datang untuk memastikan masalah dapat diselesaikan secepatnya,” katanya.
Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-perkuat-ekonomi-desa-wabup-asad-tekankan-pentingnya-kemandirian-dan-profesionalitas-bumdes/
2026: SPPT Berbarcode & QRIS, Bondowoso Menuju E-PBB. Dalam upaya mempercepat digitalisasi layanan, pada tahun 2026 seluruh SPPT akan dilengkapi barcode dan link QRIS sebagai metode pembayaran yang lebih mudah dan cepat. Bapenda sedang berkoordinasi dengan Bank Jatim untuk penyediaan fasilitas QRIS bagi seluruh SPPT.
“Ini bagian dari langkah menuju E-PBB, sejalan dengan program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Bondowoso harus menjadi daerah yang siap dengan layanan publik berbasis digital,” jelas Slamet.
Baca juga: https://ulas.co.id/bapenda-bondowoso-lakukan-jemput-bola-pemutakhiran-data-pasca-ptsl/
Baca juga: https://ulas.co.id/tiada-hari-tanpa-bergerak-bapenda-bondowoso-genjot-monitoring-pbb-di-kecamatan-tamanan-jambesari-dan-maesan/
Optimistis Capai Target Rp333 Miliar. Dengan rangkaian strategi tersebut, Slamet Yantoko menyatakan optimismenya bahwa Bondowoso mampu mencapai target PAD sebesar Rp333 miliar.
“Kami mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat. Reformasi pendapatan adalah hal yang wajib kita lakukan demi kemajuan Bondowoso,” tutupnya.
Penulis: Redaksi

