Bondowoso Bangkit: Aset Daerah Dihidupkan, Menuju Lumbung Ternak Nasional

Sekda bersama Kepala Dinas Peternakan Perikanan Bondowoso serta semua staf dan saat usai acara di konfermasi beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso bangkit dengan kekuatannya sendiri. Dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Fathur Rozi dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Hendri Widotono, Bondowoso resmi memulai langkah besar mengaktifkan aset strategis yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, menuju cita-cita besar sebagai Lumbung Ternak Nasional. (6/10/2025) bertempat di aula dinas setempat.
Baca juga: https://ulas.co.id/hut-ke-80-tni-dandim-0822-tni-kuat-karena-bersama-rakyat/
Arahan Tegas Sekda Fathur Rozi: “Aktivasi Bukan Sekadar Proyek, Tapi Jalan Menuju Kemandirian”.
Dalam pengarahannya, strategis di lingkup Pemkab Bondowoso, Sekda Fathur Rozi menyampaikan bahwa aktivasi aset adalah langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara mandiri dan berkelanjutan.
“Ini bukan soal teknis semata, ini soal arah. Kita tidak mungkin terus-menerus bergantung pada transfer pusat. Daerah harus aktif, kreatif, dan berani memanfaatkan apa yang dimiliki,” tegasnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/inces-magdalena-lina-owner-sppg-mitra-mandiri-tegal-pasir-hadiri-hut-tni-ke-80-di-bondowoso/
Ia menambahkan bahwa aktivasi ini harus berjalan melalui koordinasi lintas sektor, dengan dukungan Asisten II, dan tetap berada dalam koridor hukum melalui konsultasi dengan KPK.
Ini bukan hanya proyek daerah. Ini adalah gerakan peradaban. Ketika aset daerah diaktifkan, SDM dilibatkan, dan visi dijalankan dengan integritas — maka Bondowoso tidak hanya bangkit, tapi juga memimpin.
“Ini niat baik. Untuk rakyat. Untuk masa depan,” Jelas Fathur Rozi.
Baca juga: https://ulas.co.id/pemkab-bondowoso-lantik-pejabat-pimpinan-tinggi-pratama-bupati-ini-momentum-penguatan-komitmen-pembangunan-daerah/
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Hendri Widotono, menekankan bahwa proses ini mungkin awalnya berat, bahkan terasa terpaksa. Tapi jika dijalani dengan konsisten, akan menjadi budaya kerja yang membangun.
“Awalnya mungkin terpaksa. Tapi lama-lama akan jadi biasa. Dan yang biasa itu akan menjadi budaya. Kita harus mulai, karena kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ujarnya.
Pasar Hewan dan Lahan 2 Hektar Akan Diaktifkan.
Langkah konkret yang akan segera diambil adalah mengaktifkan Pasar Hewan Silo Lembu, serta lahan bisnis ±2 hektar (dimulai dari 1,2 hektar) yang akan diarahkan untuk pengembangan peternakan dan perikanan secara terpadu.
“Selama ini lahan itu tidur. Tapi potensinya besar. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi? Dan kalau memang ada jalan, kenapa tidak kita jalankan,” tegas Hendri.
Baca juga: https://ulas.co.id/ketua-dprd-bondowoso-bantah-isu-rapat-di-hotel-silakan-cek-apbd-2025/
Sekda dan Kadis, keduanya sepakat bahwa Pemda tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada keterlibatan banyak pihak:
OPD teknis lintas sektor
Pihak ketiga (mitra strategis)
Masyarakat lokal sebagai pelaku utama
Lembaga pengawasan seperti KPK untuk menjamin transparansi
“Kita tidak bicara soal memindahkan. Kita bicara soal menata. Kita ingin bangunan dan lahan yang dibangun dengan anggaran besar bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujar Hendri.
Bondowoso Menuju Lumbung Ternak Nasional
Visi besar dari langkah ini adalah menjadikan Bondowoso sebagai Lumbung Ternak, dengan dua indikator utama:
1. Meningkatkan produksi peternakan dan perikanan lokal.
2. Membangun ekosistem usaha ternak dan ikan berbasis masyarakat.
Didukung oleh tiga kekuatan strategis Bondowoso:
Petani dan peternak lokal yang tangguh
Bonus demografi anak muda yang produktif
Aset pendukung seperti folder (waduk buatan) warisan pemimpin sebelumnya. (Yus)







