Bupati Abdul Hamid Wahid: Resmikan Museum Terbuka Megalitik Bondowoso Jadi Ruang Belajar Hidup bagi Generasi Muda

Bupati Bondowoso bersama Sekda serta Plt Kadisparbudpora dan Kadispertan, Kabag pemerintahan saat menghadiri peresmian MTMB (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id — Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam memajukan sektor kebudayaan dan pendidikan berbasis karakter. Melalui Museum Terbuka Megalitik Bondowoso.

Bupati KH Abdul Hamid Wahid bersama Plt Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Andrie Antonio Zola menginisiasi rangkaian kegiatan edukatif selama empat hari yang melibatkan ratusan pelajar SD, SMP, dan SMA. Jumat malam (7/11/2025). di pusat museum terbuka megalitik desa pekauman kecamatan grujugan.

Baca juga: https://ulas.co.id/polsek-sukosari-dan-koni-bondowoso-serta-disparbudpora-gelar-kejuaraan-panahan-dalam-rangka-hut-ke-80-korps-brimob-polri/

Kegiatan bertajuk “Belajar dari Batu, Menumbuhkan Cinta Budaya” itu menghadirkan berbagai lomba seperti pembuatan blog, video promosi budaya, hingga edutrip langsung ke situs megalitik. Tujuannya sederhana namun bermakna besar: menjadikan museum bukan sekadar tempat menyimpan benda purbakala, tetapi juga ruang belajar hidup bagi generasi penerus Bondowoso.

“Kami ingin anak-anak Bondowoso tumbuh dengan rasa bangga terhadap daerahnya. Mereka harus tahu bahwa kemajuan dan identitas daerah ini lahir dari akar budaya yang kuat,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid saat meresmikan kegiatan tersebut.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapasitas-fiskal-daerah-semakin-terbatas-namun-pembangunan-harus-tetap-berjalan-ini-penjelasan-bupati-dalam-rapbd-tahun-2026/

Bupati juga menegaskan bahwa capaian besar Bondowoso dalam mendapatkan Nomor Induk Museum dari Kementerian Kebudayaan bukan hanya prestasi instansi, tetapi buah dari kolaborasi seluruh pihak masyarakat, guru, pelajar, serta pemerhati budaya.

“Museum ini menjadi simbol gotong-royong masyarakat Bondowoso dalam menjaga sejarah. Dari sini kita belajar bahwa kemajuan harus berjalan seiring dengan pelestarian,” tambahnya.

Menumbuhkan Generasi Pencinta Budaya, kegiatan ini diharapkan menjadi pondasi bagi lahirnya generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan memiliki rasa memiliki terhadap budaya lokal.

Baca juga: https://ulas.co.id/baru-dilantik-kepala-bapenda-bondowoso-gercep-dorong-optimalisasi-pbb-dan-bphtb-untuk-perkuat-pad-2025/

“Anak-anak inilah nanti yang akan menjadi pewaris dan pelestari budaya Bondowoso. Dari belajar di museum, mereka belajar menghargai sejarah, menghormati leluhur, dan memahami jati diri bangsa,” pungkas Bupati Abdul Hamid Wahid.

Plt Kepala Disparbudpora Bondowoso Andrie Antonio Zola saat usai acara peresmian MTMB (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Sementara itu, Plt Kadisparbudpora Andrie Antonio Zola Dorong Sinergi Pendidikan dan Kebudayaan Lewat Kegiatan Edutrip & Lomba Kreatif.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menggabungkan pendidikan, kebudayaan, dan pariwisata.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-apresiasi-tiga-kecamatan-capai-100-pajak-siapkan-strategi-kolaboratif-tingkat-desa/

Menurutnya, museum bukan hanya tempat wisata edukatif, tetapi juga media pembentukan karakter dan kebanggaan daerah.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya datang dan melihat, tetapi juga berkarya. Lomba blog dan video promosi ini melatih kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya Bondowoso ke dunia digital,” jelas Zola.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-hamid-wahid-tekankan-integritas-dan-inovasi-dalam-pelantikan-pejabat-pimpinan-tinggi-pratama-bondowoso/

Ia menambahkan, kegiatan ini dirancang inklusif dari jenjang SD hingga SMA dengan total 20 tim pelajar ikut berpartisipasi. Semua diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa belajar budaya berarti belajar menjadi diri sendiri sebagai bangsa.

Museum Terbuka Megalitik Bondowoso Kebanggaan Jawa Timur. MTMB kini menjadi museum terbuka kedua di Indonesia setelah Museum Rumah Bolon Purba di Sumatera Utara, sekaligus yang pertama di Jawa Timur yang telah terdaftar resmi dengan Nomor Induk Museum Nasional.

Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-mantapkan-diri-sebagai-kota-pencak-silat-yang-damai-dan-berprestasi/

Museum ini menyimpan berbagai replika dan koleksi asli peninggalan megalitik yang menjadi bukti peradaban kuno di Bondowoso. Sejumlah koleksi asli disimpan di lokasi lain seperti Mojokerto, sedangkan replika dan dokumentasi ilmiah dapat dilihat di ruang pamer museum.

Langkah Pemkab Bondowoso ini menandai arah baru pembangunan kebudayaan daerah dari sekadar pelestarian benda cagar budaya, menuju pendidikan karakter yang berakar pada nilai sejarah dan kearifan lokal.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *