Festival Kironggo 2025 Hidupkan Warisan Budaya, Disparbudpora Bondowoso Hadirkan Kegiatan Sepanjang Tahun

Plt Kadisparbudpora Bondowoso Andrie Antonio Zola bersama Kepala Bidang Kebudayaan Disparbudpora Gede Budiawan saat usai acara festival Kironggo dan dikonfirmasi beberapa media (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) kembali menggelar Festival Kironggo sebagai bentuk komitmen melestarikan budaya lokal sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi pelaku seni. Kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari ini menghadirkan rangkaian acara mulai dari pertunjukan seni hingga festival budaya yang digelar di kawasan bersejarah. Jumat malam (05/12/2025).
Baca juga: https://ulas.co.id/festival-kironggo-2025-jadi-wadah-pelestarian-budaya-dan-penguatan-ekonomi-rakyat/
PLT Kepala Disparbudpora Bondowoso, Andrie Antonio Zola menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival Kironggo pada bulan Desember merupakan strategi baru pemerintah daerah agar kegiatan kebudayaan tidak hanya terfokus pada peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) di bulan Agustus.
Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-dan-pemkab-bondowoso-serahkan-bantuan-alat-pengolahan-kopi-untuk-perkuat-agroforestry-desa-suco-lor/
“Kami ingin aktivitas kebudayaan hadir sepanjang tahun, bukan hanya terkonsentrasi di satu bulan saja. Dengan pembagian agenda seperti ini, masyarakat Bondowoso bisa menikmati hiburan dan kegiatan seni budaya secara lebih merata,” ujar Zola
Baca juga: https://ulas.co.id/wabup-bondowoso-tekankan-pentingnya-meneladani-jasa-ki-ronggo-peletak-dasar-pemerintahan-bondowoso/
Menurutnya, Festival Kironggo menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal sejarah daerahnya. Melalui pertunjukan dan aktivitas berbasis kearifan lokal, ia berharap tradisi serta nilai sejarah Bondowoso dapat terus hidup dan diwariskan.
Baca juga: https://ulas.co.id/tim-songkar-gelar-lomba-layangan-di-pantai-mbah-drajid-lumajang-berbagai-hadiah-diperebutkan/
“Harapan kami, event seperti ini dapat menjadi media pembelajaran bagi adik-adik muda kita. Mereka bisa memahami sejarah Bondowoso, bagaimana awal mula kabupaten ini berdiri, sehingga kecintaan terhadap budaya lokal semakin kuat,” tambahnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/angin-kencang-robohkan-pohon-di-tegal-ampel-petugas-gabungan-gerak-cepat-lakukan-evakuasi/
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso Gede Budiawan menegaskan bahwa agenda kebudayaan di bulan Desember tidak menggantikan kegiatan peringatan Hari Jadi Bondowoso (Harjabo) yang tetap akan digelar setiap 17 Agustus.
Baca juga: https://ulas.co.id/bondowoso-perkuat-kesejahteraan-lansia-melalui-sekolah-lansia-tangguh/
“Kegiatan Desember ini justru melengkapi. Tahun depan, agenda Harjabo tetap terselenggara seperti biasa. Festival Kironggo hanyalah satu dari berbagai event yang memperingatkan budaya dan sejarah Bondowoso,” jelas Budi.
Baca juga: https://ulas.co.id/bpbd-bondowoso-gelar-pelatihan-katana-wabup-asad-keluarga-tangguh-bencana-adalah-fondasi-ketahanan-daerah/
Penyelenggaraan Festival Kironggo tahun ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Deretan penampilan kesenian tradisional, budaya khas Bondowoso, serta aktivitas edukatif di kawasan situs bersejarah menjadi daya tarik utama.
Baca juga: https://ulas.co.id/perbaikan-jalan-tanjakan-dusun-taman-kenek-sinergi-swadaya-masyarakat-dan-pemerintah-desa-pakuwesi/
Dengan perluasan penyelenggaraan event sepanjang tahun, Ia berharap ekosistem seni dan kebudayaan Bondowoso semakin berkembang.
Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-tegaskan-duta-wisata-bukan-ajang-kecantikan-tapi-penggerak-pembangunan-daerah/
“Sekaligus memperkuat sektor pariwisata berbasis seni dan budaya di Kabupaten Bondowoso,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







