Klarifikasi Pemberian Menu Kering oleh SPPG Tegal Pasir Jambesari Sesuai Arahan BGN

Menu kering MBG untuk siswa saat libur sekolah (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegal Pasir Jambesari menegaskan bahwa pelaksanaan pemberian menu kering kepada peserta didik telah dilaksanakan sesuai arahan dan standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Owner SPPG Tegal Pasir Jambesari Lina menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan hasil koordinasi dengan BGN pusat, serta melibatkan Dinas Kesehatan, Persagi, dan Ahli Gizi SPPG se-Kabupaten Bondowoso guna memastikan keamanan pangan dan kecukupan gizi anak. Kamis (27/12/2025).

Baca juga: https://ulas.co.id/sekolah-libur-bersama-sppg-tegal-pasir-jambesari-tetap-konsisten-salurkan-mbg/

Durasi Menu Kering BGN menetapkan bahwa menu kering diberikan selama 4 (empat) hari.

“Hal ini dikarenakan tanggal 25–26 Desember merupakan hari libur nasional, bukan termasuk libur semester. Dengan demikian, pemberian menu kering selama 6 hari tidak sesuai dengan ketentuan BGN,” jelasnya.

Ketentuan Pemberian Susu. Sesuai standar BGN, susu diberikan untuk sekali konsumsi dan tidak diperbolehkan diberikan secara rapel dalam kemasan 1 liter. Susu harus segera diminum agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.

“Pemberian susu dalam jumlah besar sekaligus dinilai tidak memenuhi standar gizi dan keamanan pangan,” ujarnya.

Selain itu, ketersediaan susu full cream saat ini terbatas, sehingga diperlukan pemahaman bersama dari seluruh pihak.

Variasi Menu Roti. Menu roti diberikan dalam empat jenis berbeda baik bentuk maupun rasa. Variasi ini dilakukan karena pelaporan program ke BGN dilakukan per hari, sehingga setiap hari memiliki menu yang berbeda sesuai ketentuan administrasi dan evaluasi gizi.

Komitmen Tanpa Produk Ultra Proses

SPPG Tegal Pasir Jambesari menegaskan tidak menggunakan produk Ultra Proses Food (UPF).

“BGN secara nasional mewajibkan seluruh SPPG:

Tidak menggunakan produk pabrikan berpengawet (UPF)

Mengutamakan produk UMKM lokal di sekitar dapur SPPG

Produk UPF diketahui memiliki kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang tinggi, sehingga tidak sejalan dengan prinsip gizi seimbang bagi anak,” ungkapnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/ahli-gizi-sppg-magdalena-pastikan-kualitas-telur-kremes-aman-dan-bergizi/

Widi Pawesti S.Tr, Gz Ahli gizi SPPG Tegal Pasir meng-uraikan menu makanan yang bersumber protein hewani dan praktis serta tahan lama.

Abon memiliki kandungan protein tinggi pengganti susu dan telur yang termasuk dalam kategori protein hewani dimana abon ini memiliki manfaat yaitu membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh baik untuk anak-anak, remaja dan orang dewasa, membantu pembentukan otot, mencegah anemia yang biasa terjadi pada remaja putri, serta membantu fungsi saraf dan metabolisme.

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati dimana dapat membantu pertumbuhan dan perbaikan jaringan, menjaga kesehatan jantung, melancarkan pencernaan, mengontrol gula darah, serta menjadi sumber antioksidan karena kacang mengandung polifenol dan vitamin E yang dapat membantu melawan radikal bebas.

Buah buahan memiliki kandungan tinggi serat dan vitamin C yang dapat menjaga daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, kalium membantu menjaga kesehatan jantung, vitamin C membantu pembentukan kolagen, Vitamin A dan E menjaga kulit tetap sehat serta serat membantu memperlambat penyerapan gula, buah buahan juga dapat mencegah terjadinya kekurangan vitamin dan mineral.

Roti pengganti makanan pokok yang menjadi sumber energi bagi tubuh yang kaya karbohidrat sebagai bahan bakar utama tubuh, vitamin B mendukung fungsi otak dan saraf, serat dan mineral pada roti dapat mendukung fungsi.

“Secara keseluruhan, menu yang disajikan telah memenuhi unsur gizi seimbang, mudah disiapkan, dan sesuai untuk konsumsi sehari-hari,” urainya.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-peringati-hari-ibu-nasional-ke-97-administratur-tekankan-nilai-keteladanan-dan-kebersamaan/

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Tegal Pasir Jambesari, Ahmad berkomitmen melaksanakan program pemenuhan gizi secara profesional, transparan, dan patuh terhadap regulasi BGN. Pihak SPPG juga mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk bersama-sama memberikan edukasi yang benar kepada siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Menu yang disajikan merupakan menu sederhana berbahan home made dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta ketersediaan bahan.

“Menu ini terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta vitamin dan serat,” Bebernya.

Berita ini disampaikan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Penulis: Redaksi

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *