Kolonel Inf Rinto Wijaya Hadiri Forum Adat Ke-2 Sangaji Bicoli, Sultan Tidore Tegaskan Peran Adat dan Lingkungan

Bicoli, Halmahera Timur, Ulas.co.id — Forum Adat Ke-2 Sangaji Bicoli Kesultanan Tidore digelar di Desa Bicoli, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Rabu (21/1/2026). Forum ini menjadi ruang konsolidasi masyarakat adat dalam menjaga identitas budaya, persatuan, serta kelestarian lingkungan di tengah dinamika pembangunan dan investasi.

Baca juga: https://ulas.co.id/komisi-i-dprd-bondowoso-pastikan-tak-ada-jual-beli-jabatan-pengisian-asn-dipercepat-2026/

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.45 hingga 13.10 WIT tersebut dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari unsur adat, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Hadir langsung Sultan Tidore, Sultan H. Husain Alting Syah, didampingi Jojau Kesultanan Tidore H. Ishak Naser.

Turut hadir Danbrigif TP 28/Bari Fola Kolonel Inf Rinto Wijaya, S.A.P., M.I.Pol., M.Han., Sangaji Bicoli Samaun Seba, serta Kepala Desa Bicoli Abdul Gani.

Baca juga: https://ulas.co.id/bkpsdm-bondowoso-lakukan-pemetaan-dan-manajemen-kepegawaian-secara-menyeluruh-terhadap-jabatan-jabatan-yang-kosong/

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Sultan Tidore, pembukaan forum, pelantikan perangkat adat Sangaji Bicoli, penyampaian sambutan, pembacaan doa dan pesan adat, serta ditutup dengan ziarah ke Makam Sultan Zainal Abidin sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur.

Dalam sambutannya, Sangaji Bicoli Samaun Seba menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sultan Tidore dan seluruh tamu undangan. Ia menegaskan bahwa forum adat memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai adat, kearifan lokal, serta kelestarian lingkungan yang diwariskan oleh para leluhur.

Baca juga: https://ulas.co.id/polres-bondowoso-rilis-penetepan-tersangka-kasus-pencurian-sepeda-motor/

“Adat dan lingkungan adalah satu kesatuan yang harus dijaga bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab lembaga adat, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujar Samaun Seba.

Sementara itu, Sultan Tidore H. Husain Alting Syah menegaskan bahwa adat istiadat merupakan identitas dan jati diri masyarakat Maluku Utara yang tidak boleh tergerus oleh perkembangan zaman. Sultan juga mendorong agar forum adat bersinergi dengan Bobato Adat sebagai kontrol sosial dalam mengawal jalannya pemerintahan dan menjaga ketertiban sosial.

Baca juga: https://ulas.co.id/harga-pangan-cenderung-naik-jelang-ramadan-pemkab-bondowoso-perkuat-pengawasan-dan-pasar-murah/

Sultan menegaskan bahwa masyarakat adat tidak menolak investasi. Namun, investasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tidak merusak lingkungan, adat istiadat, serta tatanan sosial.

“Pembangunan harus sejalan dengan adat dan kelestarian lingkungan. Jika itu dilanggar, maka masyarakat adat berhak menyuarakan sikapnya,” tegas Sultan.

Forum Adat Ke-2 Sangaji Bicoli berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran lembaga adat sebagai pilar persatuan, pelestarian budaya, serta penjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Halmahera Timur.

Baca juga: https://ulas.co.id/kapolres-bondowoso-sinergi-forkopimda-kunci-jaga-kondusivitas-wilayah/

Baca juga: https://ulas.co.id/wakapolres-jember-pimpin-patroli-malam-komitmen-wujudkan-keamanan-dan-kenyamanan-warga/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *