Komisi IV DPRD Bondowoso Dorong Efisiensi Anggaran dan Percepatan Program Prioritas

Abd Majid Komisi IV DPRD Bondowoso saat usai hadiri pekan pendidikan berkah tahun 2026 (foto dok: Yudi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Komisi IV DPRD Bondowoso menekankan pentingnya efisiensi anggaran serta percepatan pelaksanaan program prioritas di tengah ketidakpastian fiskal yang masih membayangi. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi IV, Abd Majid, dalam pembahasan terkait kinerja dan perencanaan anggaran daerah. Selasa (28/4/2026) di pusat pembelanjaan KDS Bondowoso.

Abd Majid mengungkapkan, pemerintah daerah perlu memprioritaskan kegiatan yang bersifat mendesak namun tidak membutuhkan anggaran besar. Menurutnya, langkah ini penting agar program tetap berjalan optimal meski dalam kondisi keterbatasan.

“Perbaikan yang sifatnya minimalis tapi berdampak harus diprioritaskan. Kita optimalkan dulu yang ada sambil menunggu kepastian anggaran,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/pekan-pendidikan-berkah-2026-pemkab-bondowoso-dorong-sdm-unggul-dan-berdaya-saing-global/

Ia juga menyinggung ketidakpastian transfer anggaran dari pemerintah pusat dan provinsi yang sebelumnya sempat menjadi kendala. Bahkan, kata dia, sempat muncul wacana pengurangan anggaran hingga 20 persen akibat kondisi geopolitik global yang berdampak pada ekonomi nasional.

“Kondisi global, termasuk konflik internasional, berpengaruh pada pendapatan negara. Ini berdampak langsung pada kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.

Meski demikian, Abd Majid memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pemangkasan anggaran seperti yang sempat dikhawatirkan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera mengoptimalkan penyerapan anggaran sebelum perubahan anggaran dilakukan.

Baca juga: https://ulas.co.id/camat-curahdami-ajak-warga-lunasi-pbb-p2-2026-kini-bisa-bayar-mudah-lewat-qris/

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan yang matang, khususnya dalam sektor pendidikan. Menurutnya, banyak program yang tidak dapat direalisasikan karena tidak tercantum dalam sistem perencanaan seperti Dapodik.

“Sebagus apa pun programnya, kalau tidak masuk dalam sistem seperti Dapodik, tidak akan bisa dilaksanakan. Ini soal perencanaan,” tegasnya.

Selain pembangunan fisik, Abd Majid mengingatkan bahwa sektor pendidikan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pengembangan kualitas sumber daya manusia, seperti peningkatan kecerdasan dan keterampilan.

“Pendidikan bukan hanya bangunan fisik, tapi bagaimana menggerakkan potensi siswa—baik kecerdasan maupun keterampilan,” katanya.

Baca juga: https://ulas.co.id/musdes-penanggulangan-kemiskinan-ekstrem-camat-tamankrocok-dan-kades-paguan-tekankan-sinergi-data-akurat/

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk lebih inovatif dalam merancang program, termasuk menggandeng dunia usaha serta memanfaatkan momentum tertentu seperti Hari Pendidikan Nasional untuk mengembangkan potensi yang ada.

“Setiap program harus berbasis inovasi dan kolaborasi. Jangan hanya seremonial, tapi harus berdampak nyata,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *