Koordinator UMKM Bondowoso Digital Days 2026 Santy Agustina Sampaikan Permohonan Maaf kepada Masyarakat

Kepala Bapenda Bondowoso bersama Koordinator UMKM Bondowoso Digital Days 2026 Satu Agustina saat usai acara penutupan di alun alun RBA Kironggo (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Koordinator UMKM Bondowoso Digital Days 2026, Santy Agustina, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Bondowoso atas polemik yang muncul selama pelaksanaan rangkaian kegiatan Bondowoso Digital Days 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Santy Agustina pada Senin (27/7/2026) di Alun-Alun RBA Ki Ronggo, Bondowoso.
Dengan penuh ketulusan, Santy mengaku bertanggung jawab sebagai koordinator kegiatan yang telah menyusun dan mengatur rangkaian acara Bondowoso Digital Days 2026 yang berlangsung sejak 14 Juli hingga 27 Juli 2026. Ia menyadari bahwa terdapat bagian dari pelaksanaan acara yang dinilai kurang berkenan dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya sebagai Koordinator UMKM Bondowoso Digital Days 2026 menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Bondowoso. Saya memohon maaf dengan tulus dari hati yang paling dalam apabila rangkaian acara yang saya susun terdapat hal-hal yang dianggap kurang berkenan dan tidak sesuai dengan norma agama maupun nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bondowoso,” ujar Santy.
Ia menegaskan bahwa permohonan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan kegiatan di masa mendatang.
Santy juga berkomitmen agar setiap kegiatan yang akan diselenggarakan ke depan lebih memperhatikan norma agama, budaya, dan ketentuan yang berlaku di Kabupaten Bondowoso.
“Ke depan saya akan lebih menaati norma-norma yang dijunjung tinggi dan dilindungi oleh Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Saya berharap setiap kegiatan dapat berjalan lebih baik, lebih tertib, serta selaras dengan semangat Bondowoso yang religius dan berbudaya,” katanya.
Ia berharap permohonan maaf tersebut dapat menjadi awal yang baik untuk memperbaiki kepercayaan masyarakat serta menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan publik di Kabupaten Bondowoso.
Sementara itu Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bondowoso Slamet Yantoko menyampaikanpermohonan maaf kepada masyarakat atas polemik penampilan DJ dalam rangkaian kegiatan Bondowoso Digital Day 2026. Permintaan maaf tersebut disampaikan saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya.
Slamet menjelaskan, sejak awal konsep kegiatan yang disusun bersama pihak penyelenggara tidak pernah memuat agenda penampilan DJ yang disertai penari. Menurutnya, ide menghadirkan DJ muncul dari koordinator UMKM dengan alasan memberikan hiburan kepada masyarakat sekaligus memberi ruang bagi talenta muda asal Bondowoso.
“Pada konsep awal bersama pihak event organizer sebenarnya tidak ada konsep menghadirkan DJ. Usulan itu kemudian muncul dari koordinator UMKM yang menginginkan ada DJ asal Bondowoso sebagai talenta lokal yang perlu diberi kesempatan tampil,” ujar Slamet.
BACA JUGA: bunda-literasi-bondowoso-karakter-adalah-bekal-utama-anak-menghadapi-masa-depan
Meski demikian, Bapenda telah memberikan catatan agar apabila menghadirkan DJ, penampilannya tetap memperhatikan norma dan budaya masyarakat Bondowoso.
“Kami sudah menyampaikan bahwa kalau memang ada DJ, sebaiknya berpakaian sopan karena ini merupakan kegiatan hiburan untuk masyarakat,” katanya.
Slamet menegaskan, dalam konsep kegiatan tidak pernah ada agenda menghadirkan penari. Bahkan, menurut penjelasan penanggung jawab acara DJ, tidak ada undangan khusus bagi penari untuk tampil.
“Tidak ada konsep DJ yang menampilkan penari, tidak ada undangan untuk penari. Yang kemudian naik ke atas panggung adalah masyarakat,” jelasnya.
festival-literasi-2026-resmi-digelar-dpk-bondowoso-perkuat-budaya-baca-dan-kolaborasi-literasi
Atas kejadian tersebut, Slamet mengakui adanya kelalaian dari pihak Bapenda dalam melakukan pengawasan terhadap jalannya acara yang diselenggarakan oleh pihak ketiga.
“Saya memohon maaf kepada masyarakat Bondowoso, kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Bapak Sekda, para tokoh masyarakat, serta pimpinan dan anggota DPRD Bondowoso. Ini merupakan kelalaian kami dalam melakukan pengawasan terhadap kegiatan yang dilaksanakan pihak ketiga,” ungkapnya.
Ia memastikan peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar tidak terulang pada kegiatan pemerintah berikutnya. Bahkan, pihaknya tidak menutup kemungkinan menghentikan kegiatan apabila di tengah pelaksanaan ditemukan penampilan yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut masyarakat Bondowoso.
“Ke depan kami akan melakukan evaluasi secara serius. Bahkan bila diperlukan, kegiatan akan langsung dihentikan apabila ada penampilan yang dinilai di luar kebiasaan dan tidak sesuai dengan karakter masyarakat Bondowoso yang religius,” tegas Slamet.
Slamet berharap permohonan maaf tersebut dapat menjadi bentuk tanggung jawab sekaligus komitmen pemerintah daerah untuk memperbaiki pengawasan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan publik, sehingga tetap selaras dengan norma, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Bondowoso.
Penulis: Redaksi


