KPH Bondowoso Perkuat Kompetensi SDM melalui Job Training Tebangan 2026

Administrator KPH Perhutani Bondowoso bersama jajaran saat gelar job training tebangan tahun 2026 di petak 65g RPH Brebes Bagian KPH Klabang (foto dok: istimewa)
Bondowoso, Ulas.co.id – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menggelar kegiatan Job Training Tebangan Tahun 2026 di petak 65g Tebangan A Jati 2026, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Brebes, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Klabang. Kamis (19/02/2026)
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi teknis jajaran petugas lapangan sekaligus menyamakan persepsi dalam pelaksanaan tebangan sesuai prinsip pengelolaan hutan produksi lestari. Melalui pelatihan ini, Perhutani memastikan seluruh tahapan produksi kayu berjalan sesuai standar operasional prosedur, ketentuan teknis kehutanan, serta mengedepankan aspek keselamatan kerja dan efisiensi operasional.
Baca juga: https://ulas.co.id/sambut-ramadhan-1447-h-perhutani-kph-bondowoso-resmikan-mushola-as-syajaroh/
Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Wakil Administratur, Kepala Seksi, Kepala Sub Seksi, Asisten Perhutani (Asper), Kepala RPH (KRPH), mandor tebang lingkup KPH Bondowoso, serta pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Maju Sejahtera Desa Leprak.
Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, dalam arahannya menegaskan bahwa Job Training Tebangan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produksi sekaligus kelestarian hutan.
“Melalui kegiatan ini, kita memastikan proses tebangan dilaksanakan sesuai kaidah teknis, memperhatikan keselamatan kerja, serta tetap menjaga tegakan tinggal dan fungsi ekologis hutan. Profesionalisme di lapangan menjadi kunci keberhasilan pencapaian target perusahaan tahun 2026,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengendalian administrasi hasil hutan secara akuntabel dan transparan guna mendukung tata kelola perusahaan yang baik.
Sementara itu, Ketua LMDH Maju Sejahtera Desa Leprak, Kusnianto, menyampaikan apresiasi atas pelibatan masyarakat desa hutan dalam kegiatan pengelolaan hutan. Menurutnya, sinergi antara Perhutani dan LMDH menjadi fondasi utama dalam menciptakan pengelolaan hutan yang aman, tertib, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga kegiatan tebangan berjalan lancar tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan hutan,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya Job Training Tebangan Tahun 2026 ini, KPH Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kehutanan, menjaga kelestarian hutan, serta memastikan kegiatan produksi kayu berjalan selaras dengan prinsip keselamatan kerja dan pengelolaan hutan berkelanjutan.
Penulis: Redaksi







