Kukuhkan 70 Pengurus DPC, PKB Bondowoso Bidik 24 Kursi pada Pemilu 2029

BONDOWOSO, ulas.co.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso mulai memanaskan mesin politik untuk menghadapi Pemilu 2029. Setelah pelantikan kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC), PKB menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif menjadi 24 kursi.

Pelantikan kepengurusan tersebut berlangsung di Gedung Graha NU Bondowoso, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus penguatan struktur partai hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

Perwakilan FPKB Provinsi Jawa Timur, Ahmad Tamim, mengatakan kepengurusan PKB Bondowoso dirancang untuk mengakomodasi seluruh kader sesuai dengan ketentuan organisasi. Dari total 70 pengurus yang dilantik, keterwakilan perempuan dalam struktur kepengurusan juga telah melampaui angka 30 persen.

“Perintahnya tidak boleh ada satu kader pun yang tidak terakomodasi. Tentu semuanya tetap memperhatikan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Menurut Ahmad Tamim, pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari kerja politik yang lebih terarah. Setelah pelantikan, jajaran pengurus langsung dikumpulkan untuk mengikuti rapat kerja dan memperkuat koordinasi dari tingkat pusat hingga struktur paling bawah.

BACA JUGA: Perkuat Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kejari Bondowoso Gandeng Rsud dr Koesnadi

Ia menilai target 24 kursi pada Pemilu 2029 bukan sesuatu yang mustahil apabila seluruh kader mampu bekerja secara terukur, konsisten, dan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun.

Ahmad Tamim juga menyebut Ketua DPC PKB Bondowoso, Dhofir, telah melakukan estimasi serta pemetaan kekuatan politik sebagai dasar dalam menentukan target tersebut.

Menurutnya, posisi PKB dalam dinamika politik Bondowoso menjadi modal penting untuk memperjuangkan kemenangan yang lebih besar pada pemilu mendatang.

Namun, ia menegaskan bahwa target politik tersebut harus diikuti kerja nyata dan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan.

Ahmad Dhafir: Kemenangan Harus Bermuara pada Kesejahteraan Masyarakat

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso, Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa besarnya kekuatan politik PKB harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan, tantangan yang dihadapi pemerintah saat ini tidak hanya berada di tingkat provinsi dan kabupaten, tetapi juga sampai ke pemerintahan desa. Karena itu, diperlukan komunikasi dan diskusi yang berkelanjutan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Menurut Dhafir, kemenangan PKB bukan semata-mata tentang penambahan jumlah kursi di lembaga legislatif, melainkan juga mengenai kemampuan partai memperjuangkan kepentingan publik.

“PKB punya tanggung jawab besar. Muara dari kemenangan itu tentu kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

BACA JUGA: Cegah Peredaran Narkoba Kapolres Bondowoso Pimpin Operasi Gabungan di Tempat Hiburan Malam

Dhafir juga menyinggung perjalanan perolehan kursi PKB di Bondowoso. Ia menyebut partai tersebut pernah memiliki 24 kursi ketika pertama kali hadir, sedangkan saat ini jumlahnya 16 kursi.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi seluruh kader untuk mengembalikan kekuatan politik PKB pada Pemilu 2029.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa target politik tidak dapat dicapai hanya dengan menyampaikan keinginan atau menetapkan angka. Diperlukan evaluasi, kajian, pemetaan pemilih, serta strategi yang realistis berdasarkan kondisi di lapangan.

“Tidak bisa semata-mata mengatakan ingin mendapatkan sekian kursi tanpa evaluasi dan kajian,” ujarnya.

Struktur Diperkuat hingga Tingkat Akar Rumput

Lebih lanjut, Dhafir menilai kepengurusan DPC PKB Bondowoso yang baru memiliki modal organisasi yang lebih kuat dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menyebut jumlah pengurus DPC kini mencapai 70 orang, disertai penguatan struktur Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan anak ranting. Besarnya struktur tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan komunikasi partai dengan masyarakat.

Menurutnya, pengelolaan organisasi harus dilakukan secara kolektif dengan pembagian tugas yang jelas sesuai bidang masing-masing.

Ia juga menilai komposisi pengurus saat ini menunjukkan peningkatan kapasitas dan kesiapan kader dalam menjalankan tugas organisasi, termasuk memahami strategi politik dan kebutuhan pemilih.

Dengan struktur yang semakin solid, Dhafir berharap seluruh pengurus tidak hanya tercatat secara administratif, tetapi benar-benar aktif menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya.

Konsolidasi organisasi, penguatan solidaritas, serta kerja politik yang terukur menjadi modal penting bagi PKB Bondowoso untuk mencapai target 24 kursi pada Pemilu 2029.

Pelantikan tersebut pun menjadi titik awal bagi seluruh jajaran partai untuk menyatukan langkah, memperkuat basis dukungan, dan memastikan setiap agenda politik tetap berorientasi pada kepentingan serta kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *