Layanan Laboratorium Diperpanjang hingga Sore, Dinkes Bondowoso Targetkan Pendapatan Rp150 Juta

Kadinkes Bondowoso saat di konfirmasi diruang kerjanya (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya dengan memperpanjang jam operasional layanan laboratorium yang kini tidak hanya buka pada pagi hari, tetapi juga hingga sore.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, dr. Moh. Jasin, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberikan kemudahan akses layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki kesibukan di pagi hari.

“Kalau sebelumnya hanya shift pagi, sekarang kita buka sampai dengan shift sore. Harapannya akses masyarakat bisa lebih meningkat, terutama bagi yang pagi hari bekerja namun tetap membutuhkan pemeriksaan kesehatan atau cek laboratorium,” ujarnya, Selasa (5/5/2026) diruang kerjanya.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-fathur-rozi-buka-bimtek-jasa-konstruksi-2026-tekankan-pentingnya-sdm-kompeten/

Menurutnya, perluasan jam layanan ini menjadi solusi agar masyarakat tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus meninggalkan aktivitas utama mereka.

Terkait biaya, dr. Jasin menegaskan bahwa tidak ada perbedaan tarif antara layanan pagi dan sore. Semua tarif tetap mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi yang berlaku.

“Tidak ada perbedaan tarif pagi maupun sore, tetap sama sesuai Perda. Kalau dibandingkan dengan layanan swasta, biasanya ada tambahan biaya tertentu. Namun di layanan kami tetap standar,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/muscab-x-ppp-bondowoso-hj-umil-tekankan-peran-ulama-ahmadi-terpilih-ketua-formatur-dpc-buka-kompetisi/

Dengan peningkatan kualitas dan akses layanan tersebut, Dinkes Bondowoso juga menargetkan adanya peningkatan pendapatan. Dari hasil perhitungan sementara, dalam sisa bulan berjalan diproyeksikan dapat mencapai sekitar Rp150 juta.

“Kemarin sempat kita hitung, kira-kira di sisa bulan ini targetnya bisa mencapai Rp150 jutaan. Tapi ini masih prediksi awal, kita akan evaluasi lagi ke depan,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *