Muscab X PPP Bondowoso Jadi Penentu Arah Baru Partai dan Uji Soliditas Kader

Plt Wakil ketua DPC PPP Kabupaten Bondowoso Ahmadi (foto dok: istimewa)
Bondowoso, ulas.co.id — Pergantian kepengurusan definitif Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bondowoso resmi bergulir. Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X yang digelar di Ballroom Palm Hotel, Senin (4/5/2026), menjadi panggung strategis untuk menentukan arah baru partai sekaligus menguji soliditas kader di tengah dinamika politik pasca pemilu.
Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua DPC PPP Bondowoso, Ahmadi, menegaskan bahwa penentuan ketua dan sekretaris definitif tidak dilakukan secara instan. Seluruh tahapan harus melalui mekanisme Muscab, dimulai dari pemilihan formatur oleh pengurus DPC bersama jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Bondowoso.
“Formatur inilah yang nantinya menyusun struktur kepengurusan definitif, termasuk mengusulkan ketua dan sekretaris ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” ujarnya.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat ketua, di antaranya Plt Ketua DPC PPP Bondowoso Barri Sahlawi Zein, Ahmadi, serta Syaiful Bahri Husnan.

Bupati Abd Hamid Wahid saat menghadiri muscab X PPP kabupaten Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, yang hadir dalam pembukaan, menilai Muscab bukan sekadar agenda rutin partai, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus merumuskan arah kebijakan ke depan.
“Ini ajang strategis untuk memperkuat organisasi, menyiapkan regenerasi kepemimpinan, serta meningkatkan peran nyata partai dalam pembangunan daerah,” tegasnya.
Ia juga membuka ruang kolaborasi antara pemerintah daerah dan partai politik. Menurutnya, pembangunan membutuhkan sinergi lintas sektor dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Dengan komunikasi yang baik dan komitmen bersama, berbagai tantangan—baik ekonomi, sosial, maupun pembangunan SDM—bisa kita hadapi,” tambahnya.
Bupati Hamid turut mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan politik. “Perbedaan itu wajar, tetapi persatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas,” imbuhnya.
Di sisi lain, Plt Ketua DPC PPP Bondowoso, Barri Sahlawi Zein, menekankan bahwa Muscab menjadi ruang refleksi atas perjalanan partai, khususnya setelah menghadapi dinamika politik sejak Pemilu 2019 hingga 2024.
“Ini momentum evaluasi. PPP harus kembali memperkuat peran di tengah masyarakat dan merebut kembali kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia menegaskan, PPP tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan politik, tetapi juga sebagai pengawal aspirasi rakyat dan kontrol sosial. Sebagai partai berbasis umat, PPP diharapkan tetap konsisten memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan persatuan.
Menutup sambutannya, Barri mengajak seluruh kader untuk mempererat solidaritas serta memohon dukungan ulama dan tokoh masyarakat agar PPP kembali bangkit dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Muscab X PPP Bondowoso kali ini bukan hanya arena kontestasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi penentu masa depan partai: apakah mampu bangkit dan tetap relevan di tengah perubahan, atau justru tertinggal dalam arus politik yang semakin kompetitif.
Penulis: Redaksi







