Muscab X PPP Bondowoso, Bupati Hamid Tekankan Kolaborasi dan Regenerasi Kepemimpinan
Bondowoso, Ulas.co

Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid saat menghadiri muscab kee X partai Persatuan Pembangunan dalam berikan sambutan (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
.id – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-X Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Bondowoso menjadi momentum strategis dalam menentukan arah baru partai sekaligus memperkuat soliditas kader. Kegiatan yang digelar di Aula Palm Hotel Bondowoso, Senin (4/5/2026), dihadiri jajaran pengurus, kader, serta unsur pemerintah daerah.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, dalam sambutannya menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin partai, melainkan ruang konsolidasi penting untuk memperkuat organisasi dan menyiapkan regenerasi kepemimpinan.
“Ini adalah momentum strategis untuk memperkuat pondasi partai, menyiapkan generasi kepemimpinan, sekaligus meningkatkan peran nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Bupati Hamid juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan partai politik. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan optimal tanpa kolaborasi lintas sektor yang dilandasi komunikasi yang baik dan komitmen bersama.
“Dengan sinergi yang kuat, berbagai tantangan—baik ekonomi, sosial, maupun pembangunan sumber daya manusia—akan lebih mudah dihadapi,” tegasnya.
Ia turut mengingatkan agar perbedaan politik tidak memecah persatuan. “Perbedaan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun persatuan harus tetap menjadi prioritas utama,” imbuhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DPC PPP Bondowoso, Barri Sahlawi Zein, menyebut Muscab sebagai momentum refleksi atas perjalanan partai, terutama setelah melewati dinamika politik dalam beberapa tahun terakhir.
“Muscab ini menjadi ruang evaluasi bagi kita semua. PPP harus kembali memperkuat peran di tengah masyarakat dan merebut kembali kepercayaan publik,” ungkapnya.
Menurut Barri, PPP tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan politik, tetapi juga sebagai pengawal aspirasi rakyat dan kontrol sosial. Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai kebersamaan dan persatuan sebagai identitas partai berbasis umat.
“Kita harus kembali hadir di tengah masyarakat, memperjuangkan kepentingan mereka dengan penuh komitmen,” tambahnya.
Di sisi lain, Plt Sekretaris DPC PPP Bondowoso, Syaiful Bahri Husnan, menjelaskan bahwa proses penentuan kepengurusan definitif dilakukan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Muscab.
“Penetapan ketua dan sekretaris definitif tidak dilakukan secara langsung, tetapi melalui pemilihan formatur oleh DPC dan PAC se-Kabupaten Bondowoso. Formatur inilah yang akan menyusun struktur kepengurusan dan mengusulkannya ke DPP,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa mekanisme ini bertujuan untuk menjaga demokrasi internal partai sekaligus menghasilkan kepemimpinan yang solid dan representatif.
Muscab X PPP Bondowoso diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga mampu melahirkan keputusan strategis yang membawa partai semakin kuat, solid, dan relevan dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.
Penulis: Redaksi







