Pastikan Kualitas Beras, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Tinjau Gudang Bulog Bondowoso

Anggota DPR RI Fraksi partai gerindra saat tinjau beras bulog dikantor bulog bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, H. Sumail Abdullah, meninjau langsung gudang Perum Bulog di Bondowoso, Senin (4/5/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras tetap aman sekaligus menjaga kualitasnya agar layak konsumsi masyarakat.

Dalam peninjauan tersebut, Sumail mengecek kondisi fisik beras di dalam gudang serta memastikan sistem penyimpanan berjalan sesuai prosedur operasional standar. Ia menegaskan, peran Bulog sangat strategis dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, khususnya di daerah.

“Kami mengkroscek ketersediaan pangan, betul tidak kita sudah swasembada beras,” ujar Sumail.

Baca juga: https://ulas.co.id/hardiknas-jadi-momentum-transformasi-pendidikan-bupati-bondowoso-dan-kadisdik-komitmen-tingkatkan-kualitas-sdm/

Ia mengungkapkan, berdasarkan data nasional hingga pertengahan April 2026, stok beras mencapai sekitar 5,2 juta ton. Sementara itu, serapan beras di Bulog Bondowoso tercatat sekitar 70 ribu ton.

“Ini merupakan capaian yang baik yang telah dilakukan oleh Bulog Bondowoso,” imbuhnya.

Selain memastikan ketersediaan, Sumail juga menyoroti pentingnya manajemen distribusi beras agar tetap terjaga dengan baik. Ia tidak ingin lagi ada keluhan masyarakat terkait kualitas beras bantuan sosial yang diterima.

“Dulu masyarakat menerima beras Bulog di balai desa, beberapa hari kemudian dikembalikan karena kualitasnya kurang baik. Sekarang ini kita pastikan beras yang disalurkan benar-benar berkualitas dan aman dikonsumsi,” tegasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/rakerda-golkar-bondowoso-jadi-momentum-lompatan-pembangunan-bupati-dan-golkar-perkuat-sinergi/

Sumail menambahkan, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen menghadirkan pangan berkualitas bagi masyarakat serta menutup celah praktik-praktik yang merugikan rakyat.

Lebih lanjut, ia menyebut Bulog tidak hanya menyerap gabah petani, tetapi juga hasil panen jagung. Namun, serapan jagung di Bondowoso saat ini masih sekitar 3 persen. Ia mendorong agar Bulog meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak guna memaksimalkan penyerapan hasil panen petani.

“Ini penting untuk menjaga ketahanan pangan. Jika negara tidak mampu menyediakan kebutuhan pangan, maka potensi instabilitas bisa terjadi,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/satreskrim-polres-bondowoso-berhasil-ungkap-kasus-pornografi-berbasis-siarang-langsung-live-streaming-di-medsos/

Sumail pun mengapresiasi sinergi antara Tentara Nasional Indonesia dan Bulog dalam menjaga stabilitas pangan di Bondowoso.

“Alhamdulillah, dengan kolaborasi yang kuat antara TNI dan Bulog, stabilitas pangan di Bondowoso cukup aman,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sumail turut didampingi Dandim 0822 Bondowoso serta Kepala KCP Bulog setempat.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *