Sekda Fathur Rozi Buka Bimtek Jasa Konstruksi 2026, Tekankan Pentingnya SDM Kompeten

Sekda Bondowoso didampingi Kadis BSBK saat usai rapat Bimtek di Sabha Bina(foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Dr. H. Fathur Rozi, M.Fil.I., secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Standar Kompetensi Kerja Bidang Jasa Konstruksi Tahun 2026. Selasa (5/5/2026) di Sabha Bina sekretariat pemkab setempat.
Dalam sambutannya, Fathur Rozi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi antara Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mewujudkan pelaksanaan konstruksi yang tepat mutu, sesuai standar, serta berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional maupun daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang tidak dapat ditawar.
“Pembangunan infrastruktur yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh perencanaan dan anggaran, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kerja yang terlibat di dalamnya,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan bimtek ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya menambah pengetahuan peserta, menjadi syarat pemenuhan angka kredit melalui SKPK untuk perpanjangan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK), serta meningkatkan kualitas hasil pekerjaan konstruksi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kita ingin tenaga kerja konstruksi tidak hanya memiliki sertifikat, tetapi benar-benar kompeten. Dengan begitu, pekerjaan bisa tepat waktu, kualitasnya terjaga, dan عمر ekonomis bangunan lebih panjang,” tegasnya.
Fathur Rozi juga berharap ilmu yang diperoleh dalam bimtek tidak berhenti pada tataran teori, melainkan dapat diimplementasikan di lapangan.
“Harapannya, pekerjaan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memenuhi spesifikasi dan standar keamanan, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” imbuhnya.
Baca juga: https://ulas.co.id/muscab-x-ppp-bondowoso-jadi-penentu-arah-baru-partai-dan-uji-soliditas-kader/
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini difokuskan untuk tenaga kerja konstruksi di Bondowoso, namun tetap terbuka bagi peserta dari luar daerah.
Di akhir sambutannya, ia secara resmi membuka kegiatan Bimtek Peningkatan Standar Kompetensi Kerja Bidang Jasa Konstruksi Tahun 2026.

Kadis BSBK Bondowoso saat usai rapat Bimtek (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Sumber Daya Konstruksi (BSBK) Bondowoso, Ansori, menanggapi isu terkait pembangunan jembatan Sentong. Ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah.
“Pembangunan jembatan itu tidak hanya melibatkan BSBK, tetapi juga BPBD, Bakorwil, dan perangkat daerah lainnya. Ini merupakan kerja kolaboratif,” jelasnya.
Ansori juga meluruskan informasi terkait penggunaan material kayu dalam pembangunan jembatan tersebut.
“Kayu yang digunakan bukan hasil penebangan sembarangan, melainkan melalui mekanisme yang sesuai. Jika diperlukan, silakan dilakukan pengecekan langsung agar informasi yang beredar tidak simpang siur,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang utuh dan tidak sepotong-sepotong agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami siap berkolaborasi dan memberikan penjelasan secara komprehensif agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” pungkasnya.
Penulis: Redaksi







