Pemkab Bondowoso Bergerak Cepat: Komitmen Total Tangani Kekerasan dan Bangun Sistem Pendidikan Aman

Bupati Bondowoso dan Wabup, Sekda serta Dandim 0822, Direktur RSUD dr Koesnadi saat sambangi kasus kekerasan terhadap anak disekolah (foto dok: Yusi Ulas.co.id) 

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan langkah nyata dan sikap penuh keprihatinan atas kejadian kekerasan yang baru-baru ini terjadi di lingkungan sekolah.

Di bawah arahan Bupati Abdul Hamid Wahid dan Kepala Dinas Pendidikan Haeriah Yuliati, seluruh elemen pendidikan bersatu padu memastikan bahwa kasus ini ditangani secara tuntas dan tidak akan terulang kembali.

“Kami prihatin atas kejadian ini. Pemerintah bersama sekolah telah segera melakukan penanganan, namun yang lebih penting adalah memperbaiki sistem agar masalah ini benar-benar tuntas,” ujar Bupati Abdul Hamid Wahid.

Bupati Hamid Wahid mengingatkan bahwa pendidikan adalah amanah bersama yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Anak-anak adalah masa depan bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.

“Kami tidak akan membiarkan anak-anak kehilangan masa depannya. Penanganan ini harus tuntas, karena keberhasilan mereka adalah keberhasilan kita semua,” tegas Bupati.

Pemerintah juga menegaskan, perlunya peningkatan pembinaan dan koordinasi agar sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah menjadi lebih efektif dan berkelanjutan. Tidak hanya sekadar memadamkan api, tetapi memperkuat fondasi agar api tersebut tak pernah muncul lagi.

Kepala Dinas Pendidikan, Haeriah Yuliati, menambahkan bahwa pembenahan sistem ini akan meliputi peningkatan kesadaran, edukasi, serta pengawasan terhadap perilaku negatif yang mungkin muncul di lingkungan sekolah. Hal ini dilakukan untuk memberikan dukungan yang maksimal kepada anak-anak, terutama bagi mereka yang terlibat atau terdampak dalam insiden tersebut.

“Kami akan melakukan pendampingan intensif kepada anak-anak, serta memperketat pengawasan dan memperbaiki sistem penggunaan aset sekolah agar fasilitas hanya dipakai untuk kegiatan belajar dan praktik yang sesuai,” jelas Haeriah.

Dalam waktu dekat, kata Haeriah. Pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi lintas sektor untuk menyempurnakan langkah-langkah strategis dalam menangani isu ini secara menyeluruh dan menyatukan kekuatan seluruh stakeholder pendidikan.

Di kesempatan yang sama Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Tangani Anak Korban Kekerasan, tak hanya obati fisik, tapi juga luka batin.

Di tengah duka dan keprihatinan atas kasus kekerasan terhadap anak yang baru-baru ini terjadi di Bondowoso, RSUD dr. H. Koesnadi menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan layanan kesehatan yang menyeluruh, bukan hanya secara fisik, tetapi juga psikis.

 

Direktur RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna menegaskan bahwa penanganan korban anak tidak berhenti pada perawatan medis semata. Rumah sakit juga menghadirkan pendampingan psikologis secara intensif untuk memastikan proses pemulihan yang holistik.

 

“Jadi, untuk korban anak ini, selain menjalani perawatan fisik atau medis, kami juga melakukan pendampingan psikologis secara klinis melalui tenaga psikolog. Hal ini bertujuan untuk membantu menghilangkan trauma yang dialami anak tersebut, sehingga ketika kondisinya sudah pulih secara fisik, ia tidak mengalami gangguan psikis di kemudian hari,” ujar dr. Yus.

 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari visi RSUD Koesnadi dalam memberikan layanan kesehatan yang humanis dan berbasis pemulihan menyeluruh, khususnya dalam menangani kasus kekerasan terhadap anak yang membutuhkan kepekaan ekstra.

 

Pendampingan psikologis melibatkan asesmen trauma, terapi bermain, hingga konseling jangka menengah, dengan harapan anak dapat tumbuh kembali dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh dukungan.

 

“Pemulihan psikis anak sama pentingnya dengan luka fisiknya. Kami ingin memastikan bahwa masa depan anak ini tidak dirampas oleh trauma masa lalunya,” tegas dr. Yus.

 

RSUD Koesnadi juga berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Sosial dan Lembaga Perlindungan Anak, guna memastikan keberlanjutan perlindungan dan rehabilitasi anak hingga tuntas. (Yus)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *