Pemkab Bondowoso Canangkan Desa Budaya dan Selametan Sumber Mata Air “Nyontheng Kolbuk” di Sumber Wringin

Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso didampingi Kadisparbudpora, Camat serta Kades saat tandatangi destinasi Desa Budaya (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso melalui Dinas Pariwisata Budaya dan Olahraga (Disparbudpora) mencanangkan Desa budaya desa Sumber Wringin, Kecamatan Sumber Wringin.

Melalui acara Nyontheng Kolbuk (Selametan Sumber Mata Air), Desa Sumber Wringin merupakan pencanangan desa yang ke-8 di tahun 2025.

Pencanangan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal.

Sekda Bondowoso, Fathur Rozi dalam sambutannya menyampaikan, bahwa mewujudkan Desa Sumber Wringin sebagai Desa Budaya tidaklah mudah, karena harus memenuhi indikator-indikator yang ditetapkan.

“Mewujudkan Desa Sumber wringin sebagai Desa Budaya karena harus memenuhi indikator-indikator yang ditetapkan karena ini juga sudah menjadi amanat undang-undang nomor 5 tahun 2017 dari kemajuan kebudayaan,” ungkapnya, Rabu (23/7/2025).

Fathur Rozi juga menekankan, bahwa pentingnya budaya sebagai pijakan dalam membangun masyarakat.

“Budaya betul-betul menjadi pijakan dalam rangka membangun masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fathur Rozi juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo tentang pentingnya membangun dari bawah, yaitu dari desa.

“Membangun dari bawah, desa adalah ujung tombak,” paparnya.

Fathur Rozi juga menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai luhur budaya dalam menghadapi modernitas.

“Modernitas adalah satu tantangan yang tidak bisa kita hindari, tapi dalam menghadapi modernitas kita terus berbincang pada nilai-nilai luhur budaya kita,” pungkasnya.

Dengan pencanangan Desa Sumber Wringin sebagai Desa Budaya, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam melestarikan budaya lokal, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Mulyadi menjelaskan, bahwa desa budaya itu ada indikatornya, sebelum menentukan menjadi sebuah desa budaya pihaknya melaksanakan seleksi kebetulan di tahun ini ada tiga desa yang masuk nominator dan itu ada syarat mutlak yang harus dipenuhi.

“Yang pertama di desa itu harus ada budaya yang dilaksanakan setiap tahun sama seperti yang dilaksanakan harus dipenuhi terlebih dahulu, setelah itu baru kepada yang lain paling tidak ada salah satu sejarah peninggalan kolonial atau peninggalan kerajaan dan ini juga ada salah satunya yaitu the raung,” ujarnya.

Mulyadi juga mengatakan, untuk ke depan lestarikan oleh pemerintah, setelah ini dijalankan menjadi satu Desa budaya. Maka kewajiban daripada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pariwisata kebudayaan pemuda olahraga melakukan pembinaan secara kontinyu.

” ini sampai di sini betul-betul mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat yang ada di desa itu sendiri yang bisa dirasakan oleh masyarakat yaitu peningkatan ekonomi dengan cara misalkan di sini destinasi wisata yang dikelola oleh bumdes dengan ditetapkannya menjadi Desa budaya otomatis nanti khalayak banyak. Utamanya wisatawan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat karena di sini juga terjadi UMKM seperti yang dipamerkan tadi itu murni UMKM dari masyarakat desa setempat,” ungkapnya.

ementara iini pihaknya tidak melakukan suntikan dana, tetapi ia melakukan secara alami di desa itu ada atau tidak budaya didesa itu.

“Pemkab hanya bisa dilakukan pembinaan. Sementara ini sampai tahun 2025 ini ada 8 Desa Budaya, yaitu Desa Sumber Wringin ini ke-8 Kecamatan Tegal Ampel, Kecamatan Tamanan sebelumnya itu juga ada Desa belimbing ada Desa Prajekan lor, dan Cermee,” paparnya.

Sementara untuk target di tahun 2025 ini target minimalnya adalah satu Desa satu tahun.

“Sesuai dengan harapan Pak Sekda tadi, bagaimana kalau ditingkatkan lagi. Diatas ada dua atau tiga Desa Budaya setiap tahunnya,” pungkasnya. (Yus)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *