Pemkab Bondowoso Gelar Halal Bihalal Bersama Semua ASN dan Forkopimda dengan Mengusung Tema “Merajut Ukhuwah Meningkatkan Profesionalitas ASN Menuju Bondowoso Berkah”

Bupati Bondowoso saat berikan sambutannya di acara halal bihalal dipendopo (foto dok: Ulas.co.id)
Bondowoso, Ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menggelar halal bihalal bersama semua ASN dan Forkopimda dengan mengusung tema “Merajut Ukhuwah Meningkatkan Profesinalitas ASN Menuju Bondowoso Berkah”.
Halal Bihalal tersebut di hadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso, Pj Sekda, Kepala OPD, Forkopimda, Ketua DPRD serta Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, acara ini berlangsung di Pendopo Bupati setempat, Kamis (10/4/2025).
Dalam sambutannya Bupati Bondowoso KH. Abdul Hamid Wahid mengatakan, bahwa dengan mengembalikan hati ke dalam keadaan fitrah dengan hati yang bersih serta semangat baru untuk terus berbuat kebaikan.
“Pada kesempatan ini saya juga ingin mengucapkan selamat datang kepada dua tokoh yang sangat kita hormati Doktor Kyai Haji Zainul Arifin dan Profesor Doktor Kyai Zain Arifin dari Jambi, kehadiran beliau berdua tentu menjadi sebuah kehormatan bagi kita semua semoga membawa keberkahan bagi kita khususnya bagi masyarakat dan pimpinan yang ada di Bondowoso,” tuturnya.
Dalam kehadirannya para Kiyai, ilmu-ilmu yang akan disampaikan dapat menjadi pencerahan bagi kita semua dalam peningkatan kualitas diri dan profesionalitas dalam melakukan pengabdian kepada masyarakat.
Acara ini mengusung tema “Merajut Ukhuwah Meningkatkan Profesionalitas ASN Menuju Bondowoso Berkah”.
“Bondowoso berkah itu tagline Bondowoso dengan ringkasan dari visi pemerintahan periode ini. Berkah dalam arti yang sudah kita pahami bersama jihaddatul Khoir, tetapi juga sekaligus maksudnya adalah berkualitas akseleratif dan holistik yang akan kita harapkan menjadi ciri dan watak dari pengabdian kita di Bondowoso sebagai aparatur sipil negara kita bersama mempunyai amanah yang besar untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif formal tetapi juga diharapkan berperan aktif lebih substantif dalam membangun daerah ini dengan penuh dedikasi dan loyalitas tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan dan regulasi semata tetapi juga tentu dari atas kerja inovasi serta kemauan untuk terus belajar dan berkembang yang itu semua kita lakukan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian kita kepada masyarakat bangsa dan negara,” ungkapnya.
Dalam konteks Bondowoso berkah ini pihaknya ingin menciptakan lingkungan yang berkualitas dalam berbagai aspek mulai dari pemerintahan yang transparan dan akuntabel pelayanan publik yang cepat dan tepat hingga Pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara holistik atau menyeluruh akselerasi dalam setiap kebijakan dan program kerja.
“Tentu saat ini menjadi keharusan dalam konteks perkembangan yang kita saksikan bersama berjalan dengan sangat cepat dalam konteks regional di provinsi nasional maupun internasional, ini menjadi keharusan agar kita tidak hanya berlari di tempat tetapi benar-benar membawa perubahan nyata bagi masyarakat Bondowoso pendekatan holistik,” ujar Bupati Hamid Wahid.
Lambang Swasti Buana Kerta, Lanjut ABD Hamid Wahid menjelaskan, bahwa ini sebetulnya lambang yang paling mendalam dan mendasar serta religius dari berbagai dibandingkan dengan berbagai daerah yang lain di mana Swasti Buana Kerta artinya, siapa di dunia ini melakukan amal perbuatan yang baik dan menjauhkan diri dari perbuatan dosa akan mendapat kesempurnaan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
“Ini adalah cita-cita yang dirangkum oleh pendiri kita yang dalam perjalanannya kemudian dirangkum oleh para tokoh dan sejarawan termasuk Jalan klasik perjalanan kironggo itu atau Ki bagus Asra itu dapat dirangkum dalam tiga kata yaitu Suci Tinoto Shinning Urip. Bahwa niat yang tulus dan penataan yang baik akan menuju kepada kejadian hidup kebahagiaan lahir dan batin,” pungkasnya. (Yus)

