Penanganan Karhutla Ijen, Bondowoso–Banyuwangi Bersinergi, Bupati Hamid Wahid Pantau Langsung Pemadaman dari Udara

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Kecamatan Ijen. Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan sejumlah unsur terkait, Bupati Bondowoso Dr. H. Abd Hamid Wahid turun langsung memantau kondisi kebakaran dari udara, Selasa (8/9/2026).

Pemadaman pada hari ini difokuskan pada sejumlah titik api di kawasan Cangkringan dan Kalipahit, Kecamatan Ijen. Bupati Bondowoso bersama Wakil Bupati meninjau langsung perkembangan situasi menggunakan helikopter BPBD untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal, cepat, dan terkoordinasi.

Dalam pemantauan udara tersebut, Bupati Dr. H. Abd Hamid Wahid didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso. Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah terdampak sekaligus memetakan titik-titik kebakaran yang membutuhkan penanganan segera.

BACA JUGA: Pertamina Klaim Suplai Bbm Bondowoso Naik 38 Persen Andi Hermanto Dprd Masyarakat Masih Kesulitan

Penanganan Karhutla ini juga melibatkan kerja sama lintas daerah. Bupati Bondowoso bersama Bupati Banyuwangi, Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, serta jajaran Basarnas melakukan pemantauan kawasan terdampak dari udara.

Selain melakukan pemantauan, upaya pemadaman juga dilakukan melalui operasi water bombing, yakni metode pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara dengan menjatuhkan air ke titik-titik api menggunakan helikopter.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan Karhutla, terutama pada kawasan yang sulit dijangkau oleh petugas pemadam melalui jalur darat.

Bupati Bondowoso Dr. H. Abd Hamid Wahid menegaskan pentingnya koordinasi dan sinergi seluruh pihak dalam menghadapi bencana Karhutla. Menurutnya, penanganan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas daerah dan lintas instansi agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

Pemantauan dari udara juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Melalui pantauan tersebut, pemerintah dan tim gabungan dapat menghimpun informasi terkait sebaran titik api serta memperkirakan luas wilayah yang terdampak kebakaran.

BACA JUGA: Pertalite Bondowoso Bukan Langka Tapi Telat Datang Komisi- II Bongkar Kendala Distribusi dan Panggil Pertamina

Data dan kondisi aktual di lapangan menjadi dasar dalam menentukan strategi pemadaman agar upaya yang dilakukan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Langkah cepat ini sekaligus menjadi upaya maksimal pemerintah untuk mencegah kebakaran semakin meluas. Dengan koordinasi yang terintegrasi antara Bondowoso, Banyuwangi, BPBD, Basarnas, serta unsur lainnya, diharapkan penanganan Karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan optimal.

Sementara itu, operasi pemadaman melalui water bombing selanjutnya direncanakan bergeser ke wilayah Gunung Argopuro, tepatnya di kawasan Savana Cikasur, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.

Perpindahan operasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan Karhutla secara berkelanjutan di sejumlah kawasan yang terdampak kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama seluruh pihak terkait. Keselamatan masyarakat, perlindungan kawasan hutan, serta pencegahan meluasnya dampak kebakaran menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan.

BACA JUGA: Bupati Hamid Jawab Pandangan Fraksi Papbd 2026 Fokus Infrastruktur Hingga Pelayanan Publik

Sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh unsur penanggulangan bencana diharapkan mampu mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus meminimalkan dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. (Red)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *