Pertamina Klaim Suplai BBM Bondowoso Naik 38 Persen, Andi Hermanto DPRD: Masyarakat Masih Kesulitan!

BONDOWOSO, ulas.co.id – PT Pertamina Patra Niaga mengklaim telah menambah pasokan BBM ke wilayah Bondowoso hingga mencapai sekitar 38 persen pada Selasa (8/9/2026). Tambahan pasokan tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengurai antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Namun, klaim tersebut mendapat sorotan dari Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Hermanto. Ia mempertanyakan efektivitas tambahan pasokan tersebut karena fakta di lapangan, menurutnya, masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan BBM.
Persoalan distribusi BBM ini mengemuka dalam rapat kerja yang digelar Komisi II DPRD Bondowoso bersama pihak terkait di Ruang Gabungan Sekretariat DPRD Bondowoso, Selasa (8/9/2026).
Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Bondowoso, Andi Reza Ramadhan, menjelaskan bahwa antrean dan keterlambatan pasokan BBM bukan disebabkan oleh kelangkaan stok di Terminal BBM Tanjungwangi. Kendala utama, kata dia, dipicu oleh kemacetan panjang di kawasan Ketapang, Banyuwangi.
Menurut Andi Reza, kemacetan yang terjadi pada sekitar tanggal 2 hingga 4 September 2026 tersebut sempat mencapai panjang 12 hingga 13 kilometer dan berdampak langsung terhadap perjalanan mobil tangki pengangkut BBM.
“Dalam beberapa hari ini memang terjadi dampak dari kemacetan di Ketapang. Puncak kemacetan di Banyuwangi mencapai sekitar 12 sampai 13 kilometer. Kondisi tersebut menghambat distribusi kami,” ujar Andi Reza.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal perjalanan distribusi BBM dari Tanjungwangi membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 13 jam. Namun akibat kemacetan, waktu tempuh mobil tangki meningkat menjadi sekitar 15 hingga 23 jam.
Akibatnya, pola distribusi yang sebelumnya memungkinkan satu mobil tangki melakukan dua kali pengiriman dalam sehari menjadi terganggu.
“Yang seharusnya mobil tangki bisa dua kali dalam satu hari, karena keterlambatan tersebut satu hari mungkin hanya bisa melakukan satu kali pengiriman atau bahkan masih dalam perjalanan,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi keterlambatan tersebut, Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah langkah, termasuk pengalihan sebagian suplai dari Surabaya serta penambahan pasokan BBM ke Bondowoso.
Andi Reza menyebut kebutuhan rata-rata BBM di Bondowoso berada di angka sekitar 150 kiloliter per hari.
Pada 6 September 2026, Pertamina menyalurkan sekitar 168 kiloliter BBM atau mengalami tambahan sekitar 12 persen dari kebutuhan rata-rata harian. Kemudian pada 7 September 2026, suplai kembali meningkat menjadi sekitar 190 kiloliter atau bertambah sekitar 26 persen.
BACA JUGA: Bupati Hamid Jawab Pandangan Fraksi Papbd 2026 Fokus Infrastruktur Hingga Pelayanan Publik
Ahmadi Buka Alasan Ppp Pilih Absen Tak Mau Asal Bicara dan Kecolongan Dalam Pembahasan Papbd
Sementara pada Selasa (8/9/2026), Pertamina kembali menjadwalkan tambahan pasokan sehingga total suplai mengalami peningkatan sekitar 38 persen dibandingkan kebutuhan rata-rata harian.
“Tujuan kami adalah mengurai antrean di SPBU dan memastikan BBM tetap tersedia. Kami juga ingin memastikan bahwa isu mengenai BBM langka ataupun stok habis itu tidak benar,” tegasnya.
Ia memastikan stok BBM di Tanjungwangi dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga optimistis kondisi distribusi akan segera kembali normal setelah kemacetan di jalur Banyuwangi mulai terurai.
Menurutnya, pemerintah juga telah melakukan langkah untuk mengurangi antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, termasuk penambahan kapal penyeberangan.
Andi Reza mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dan audiensi yang dilakukan pihaknya, terdapat tambahan kapal untuk membantu mengurangi antrean di kawasan Pelabuhan Ketapang.
“Alhamdulillah, ada tambahan kapal untuk membantu mengurangi antrean. Hari ini juga ada tambahan kapal besar lagi. Insyaallah kemacetan di Banyuwangi sudah mulai normal,” katanya.
Meski demikian, Pertamina mengakui bahwa kekhawatiran masyarakat meningkat akibat pengalaman gangguan distribusi BBM yang pernah terjadi sebelumnya, termasuk saat adanya persoalan jalur Gumitir.
Karena itu, Pertamina berjanji terus melakukan penambahan pasokan untuk menghilangkan kepanikan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat, khususnya di Bondowoso, tidak perlu khawatir. Dalam tiga hari terakhir suplai tambahan terus meningkat dan kami akan terus berupaya mengurai antrean serta memastikan ketersediaan BBM,” pungkasnya.
DPRD Pertanyakan Klaim Tambahan 38 Persen
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi PDI Perjuangan, Andi Hermanto, mengaku belum sepenuhnya percaya dengan klaim Pertamina terkait penambahan pasokan hingga 38 persen.
Menurutnya, angka tersebut seharusnya dapat berdampak signifikan terhadap kondisi antrean di sejumlah SPBU. Namun, fakta yang ia lihat langsung di lapangan justru menunjukkan masyarakat masih kesulitan memperoleh BBM.
Andi Hermanto mengaku melihat langsung antrean kendaraan saat hendak mengisi BBM di salah satu SPBU di Bondowoso.
“Saya sangat tidak percaya dengan tambahan KL sampai 38 persen itu. Saya sendiri waktu antre mau mengisi BBM di salah satu SPBU di Bondowoso, saya melihat banyak sekali mobil Carry, Espass dan kendaraan lainnya yang mengantre,” ujarnya dalam rapat kerja tersebut.
Ia mempertanyakan apakah kendaraan-kendaraan tersebut benar-benar merupakan konsumen yang membutuhkan BBM untuk penggunaan sehari-hari.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena di tengah klaim tambahan pasokan, masyarakat biasa justru masih kesulitan mendapatkan BBM.
“Apakah iya mobil-mobil seperti itu setiap hari menghabiskan BBM? Ini yang menurut saya tidak masuk akal. Faktanya masyarakat masih kesulitan untuk mengisi BBM,” tegas Andi Hermanto.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga menyoroti kondisi di lapangan yang menurutnya semakin memprihatinkan. Ia mengaku masih menemukan masyarakat yang harus berjuang mencari BBM, bahkan sejumlah pengendara sepeda motor mengalami kehabisan bahan bakar.
“Bahkan banyak sepeda motor yang didorong karena kesulitan mendapatkan BBM,” ungkapnya.
Andi Hermanto menilai persoalan tersebut tidak cukup hanya dijawab dengan data penambahan suplai. Menurutnya, Pertamina bersama pemerintah dan pihak terkait harus memastikan bahwa tambahan pasokan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ia meminta agar pengawasan terhadap penyaluran BBM di SPBU diperketat untuk mencegah terjadinya penyimpangan, penimbunan maupun pembelian dalam jumlah tidak wajar yang dapat memperpanjang antrean.
BACA JUGA: Ketua Dprd Bondowoso Dorong Percepatan Pembahasan Apbd Jangan Sampai Program Pemerintah Jadi Silpa
Rapat kerja tersebut menjadi momentum bagi DPRD Bondowoso untuk meminta penjelasan lebih rinci mengenai persoalan distribusi BBM yang dalam beberapa hari terakhir menimbulkan antrean panjang dan keresahan masyarakat.
Di satu sisi, Pertamina memastikan bahwa stok BBM aman dan gangguan terjadi akibat keterlambatan distribusi karena kemacetan di jalur Banyuwangi. Namun di sisi lain, DPRD menilai kondisi nyata di lapangan masih menunjukkan adanya kesulitan masyarakat dalam memperoleh BBM.
Komisi II DPRD Bondowoso pun diharapkan terus mengawal persoalan tersebut hingga distribusi BBM benar-benar kembali normal dan masyarakat tidak lagi harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar. (Red)


