Sinergi DPRD Kejaksaan Pemkab, Bondowoso Tunjukkan Kinerja Ekonomi dan Tata Kelola Desa Terbaik di Jawa Timur

Ketua DPRD Bondowoso dan Kajari saat berikan penyampaian evaluasi (foto dok: YUSI Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menegaskan bahwa pengabdian sebagai pejabat publik adalah bentuk wakaf diri untuk melayani masyarakat. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sinergi pemerintahan daerah bersama kepala desa dan jajaran Forkopimda, yang juga dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dzakiyul Fikri. Senin (29/12/2025) bertempat di pendopo bupati setempat.

Menurut Ahmad Dhafir, tantangan pemerintahan saat ini tidak ringan, terutama akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat yang berdampak langsung pada APBD Bondowoso. Namun di tengah kondisi tersebut, Bondowoso justru mencatat prestasi membanggakan.

Baca juga: https://ulas.co.id/evaluasi-pemerintahan-desa-2025-pemkab-bondowoso-tekankan-transparansi-dan-integrasi-perencanaan-2026/

“Di tengah efisiensi dan pengurangan transfer pusat, Bondowoso mampu mencatat pertumbuhan ekonomi peringkat dua se-Jawa Timur. Ini pertama kali sepanjang sejarah Bondowoso mencapai posisi tersebut,” tegas Ahmad Dhafir.

Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan sektor riil dan PAD.

Infrastruktur Jalan dan Tantangan Anggaran. Ahmad Dhafir juga menjelaskan bahwa persoalan jalan rusak di Bondowoso merupakan akumulasi masalah bertahun-tahun, termasuk dampak refocusing anggaran saat pandemi Covid-19 yang menggeser belanja infrastruktur ke sektor kesehatan dan penanganan konflik sosial.

Baca juga: https://ulas.co.id/kolonel-inf-rinto-wijaya-danbrigif-tp-28-bari-fola-hadir-peresmian-unit-siaga-sar-kabupaten-halmahera-timur/

“Total jalan rusak di Bondowoso mencapai sekitar 500 kilometer. Tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Namun melalui perubahan APBD dan penggeseran anggaran, pembangunan jalan mulai dikejar di akhir tahun ini dan akan berlanjut ke depan,” jelasnya.

Ia memastikan DPRD mendukung penuh langkah percepatan pembangunan yang dilakukan Bupati Bondowoso, termasuk upaya mencari sumber pendanaan alternatif hingga ke pemerintah pusat.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-serahkan-4-502-sk-pppk-paruh-waktu-status-gaji-berubah-namun-tetap-honorer/

ADD dan Komitmen kepada Desa. Terkait desa, Ahmad Dhafir, menegaskan bahwa meskipun Dana Alokasi Umum (DAU) menurun, pemerintah daerah tetap berkomitmen tidak menurunkan tunjangan perangkat desa. Bahkan, pencairan direncanakan lebih awal.

“Ini bentuk keberpihakan pemerintah daerah kepada desa, meskipun kondisi fiskal sedang berat,” ujarnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/perhutani-kph-bondowoso-perkuat-kemitraan-berkelanjutan-melalui-pembagian-hasil-tebangan-sengon-dan-jabon/

Ia juga mengingatkan pentingnya optimalisasi pajak daerah, karena pajak yang dikumpulkan akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Dzakiyul Fikri menegaskan bahwa pendekatan kejaksaan dalam pengelolaan desa adalah pendampingan persuasif, bukan represif.

“Banyak persoalan desa terjadi bukan karena niat buruk, tetapi karena ketidaktahuan. Karena itu, kami mengedepankan edukasi, pendampingan, dan pencegahan,” ujar Dzakiyul Fikri.

Baca juga: https://ulas.co.id/perkuat-daya-saing-pertanian-bupati-bondowoso-luncurkan-beras-sintanur-wangi-lembah-raung-berstatus-indikasi-geografis/

Ia menyebutkan bahwa Bondowoso menjadi salah satu daerah dengan sinergi terbaik secara nasional dalam implementasi aplikasi Jaga Desa, yang mengintegrasikan transparansi data, pengelolaan keuangan, dan pertanggungjawaban dana desa secara digital.

Pendampingan dilakukan secara efektif melalui zoom meeting dan monitoring daring, mengingat jumlah desa di Bondowoso mencapai 209 desa.

“Bondowoso menjadi daerah dengan pengiriman video desa terbanyak ke tingkat nasional. Ini menunjukkan kesiapan desa dalam transparansi dan tata kelola,” tambahnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/distribusi-mbg-di-ra-nurul-iman-berjalan-baik-anak-anak-tetap-antusias/

Apresiasi Desa Berprestasi. Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan desa-desa berprestasi dalam dua kategori, yakni tertib entry aplikasi Jaga Desa dan tertib pengelolaan keuangan desa.

Desa Klampokan berhasil meraih prestasi di dua kategori sekaligus, sementara Desa Gebang dan Desa Bukor juga memperoleh penghargaan.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu semangat kompetisi positif antar desa dalam membangun Bondowoso dari pinggiran.

Baca juga: https://ulas.co.id/perkuat-demokrasi-pengawasan-partisipatif-pemilu-digencarkan-di-bondowoso/

Bondowoso Menuju Tata Kelola Terbaik, Kejari dengan optimisme bahwa melalui sinergi antara DPRD, Pemkab, Kejaksaan, dan pemerintah desa, Bondowoso akan mampu menghadapi tantangan fiskal ke depan.

“Jika kita bersatu, transparan, dan bekerja untuk kepentingan rakyat, maka semua ini menjadi amal ibadah,” pungkasnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *