Perhutani KPH Bondowoso Apresiasi Kajari Situbondo atas Peran Strategis Penyelesaian Tenurial

Administratur KPH Bondowoso saat berikan Apresiasi pada kajari Situbondo (foto dok: istimewa) 

Bondowoso, ulas.co.id – Perum Perhutani KPH Bondowoso memberikan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Situbondo, Nurvita Kusumawardani, S.H., di akhir masa jabatannya, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam penyelesaian konflik tenurial kawasan hutan, Rabu (5/5/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, didampingi Wakil Administratur Bondowoso Utara yang juga Koordinator Keamanan (Korkam), Totok Suharsono, serta Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Dony Suryahadi Kusuma.

Baca juga: https://ulas.co.id/layanan-laboratorium-diperpanjang-hingga-sore-dinkes-bondowoso-targetkan-pendapatan-rp150-juta/

Administratur KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menegaskan bahwa peran Kejaksaan Negeri Situbondo sangat strategis dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan tenurial yang selama ini menjadi tantangan di lapangan.

“Penghargaan ini merupakan bentuk terima kasih atas sinergi dan dukungan yang telah terjalin dengan sangat baik. Peran aktif Kejaksaan Negeri Situbondo sangat membantu dalam penyelesaian konflik tenurial, sehingga tercipta kepastian hukum sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang adil dan berkelanjutan, khususnya dalam pengelolaan kawasan hutan yang melibatkan berbagai kepentingan masyarakat.

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-fathur-rozi-buka-bimtek-jasa-konstruksi-2026-tekankan-pentingnya-sdm-kompeten/

Sementara itu, Kajari Situbondo, Nurvita Kusumawardani, S.H., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterimanya. Ia menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan di sektor kehutanan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini. Apa yang telah kita lakukan adalah bagian dari komitmen bersama dalam penegakan hukum dan penyelesaian permasalahan kawasan hutan. Sinergi seperti ini harus terus dijaga dan diperkuat,” ungkapnya.

Ia juga berharap kolaborasi antara Perhutani dan Kejaksaan dapat terus berlanjut, sehingga upaya penyelesaian konflik tenurial ke depan semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta kelestarian hutan.

Baca juga: https://ulas.co.id/muscab-x-ppp-bondowoso-hj-umil-tekankan-peran-ulama-ahmadi-terpilih-ketua-formatur-dpc-buka-kompetisi/

Pemberian penghargaan ini menjadi bukti kuatnya kemitraan antara Perhutani dan Kejaksaan Negeri dalam mendorong penyelesaian konflik tenurial secara berkeadilan, sekaligus memperkuat tata kelola hutan yang berkelanjutan di wilayah Bondowoso dan sekitarnya.

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *