Rotasi Jabatan, Bupati Bondowoso Pastikan Tiga Nama Terbaik Masuk Tahap Akhir

Bupati Bondowoso didampingi Wabup saat usah rapat koordinasi dan evaluasi SPPG (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, Ulas.co.id – Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid menegaskan bahwa proses rotasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah memasuki tahap akhir. Saat ini, sudah terdapat tiga nama yang dinilai paling layak dan memenuhi kriteria untuk mengisi jabatan strategis yang tengah dievaluasi.

Hal tersebut disampaikan Bupati Abd Hamid Wahid saat ditemui awak media usai kegiatan di Hotel Ijen View Bondowoso, Senin (26/01/2026).

Baca juga: https://ulas.co.id/sekda-bondowoso-tegaskan-evaluasi-program-mbg-fokus-cegah-dampak-negatif-dan-perkuat-pengelolaan-limbah/

Menurutnya, pengumuman resmi terkait hasil rotasi akan disampaikan pada waktu yang tepat setelah seluruh tahapan penilaian diselesaikan. Ia menekankan bahwa proses tersebut dilakukan secara objektif dan terukur.

“Setelah rotasi, memang sudah mengerucut pada tiga nama terbaik. Pengumuman nanti akan disampaikan sesuai dengan waktunya,” ujar Bupati.

Baca juga: https://ulas.co.id/ketua-bgn-pusat-baru-15-dari-43-dapur-di-bondowoso-kantongi-sls-keamanan-pangan-jadi-prioritas-utama/

Bupati menjelaskan, penentuan pejabat tidak hanya mempertimbangkan aspek administratif, tetapi juga kesesuaian karakter, kompetensi, dan rekam jejak kinerja. Prinsip the right person in the right place menjadi dasar utama dalam penataan birokrasi kali ini.

“Penataan ini mereplikasi sistem birokrasi yang sudah berjalan selama ini. Kita melihat track record, prestasi, serta hasil evaluasi yang jelas. Tujuannya agar organisasi berjalan lebih efektif dan berdampak positif pada pelayanan publik,” jelasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/bupati-bondowoso-juknis-terbaru-perkuat-ekonomi-sirkular-dan-libatkan-umkm-lokal/

Ia menambahkan, dari tiga kandidat tersebut seluruhnya memiliki kapasitas dan kualitas yang mumpuni. Proses identifikasi dan evaluasi telah dilakukan secara menyeluruh sebelum akhirnya dipilih satu nama yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Terkait dampak dari penataan birokrasi, Bupati memastikan bahwa seluruh konsekuensi administrasi dan teknis telah diperhitungkan dan diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Efek penataan tentu sudah kami siapkan. Semuanya berjalan dalam koridor aturan dan demi penguatan kinerja pemerintahan,” pungkasnya.

Baca juga: https://ulas.co.id/presiden-ri-melalui-yayasan-gsn-salurkan-200-becak-listrik-di-bondowoso-2-000-unit-menyusul/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *