Sportivitas Jadi Roh Turnamen P3FC, Imam Tahir: Kami Ingin Bangun Integritas Generasi Muda Bondowoso

Imam Tahir dan Ahmadi sebagai penyelenggara P3FC DPC PPP Kabupaten Bondowoso (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Open Turnamen P3 Futsal Championship (P3FC) yang digelar DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bondowoso tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga. Lebih dari itu, turnamen ini diharapkan menjadi media pembinaan karakter generasi muda melalui nilai-nilai sportivitas, kejujuran, dan integritas.
Hal tersebut disampaikan penyelenggara P3FC, Imam Tahir, di sela pelaksanaan turnamen di GOR Pelita Bondowoso, Selasa (14/7/2026).
BACA JUGA: https://ulas.co.id/antusiasme-membludak-open-turnamen-futsal-p3fc-dpc-ppp-bondowoso-diikuti-52-tim/
Menurut Imam, olahraga sejatinya memiliki filosofi yang sangat kuat, yakni menjunjung tinggi sportivitas. Karena itu, penyelenggaraan turnamen futsal ini merupakan bagian dari tanggung jawab kebangsaan untuk mengembalikan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
“Pada dasarnya filosofi olahraga adalah sportivitas. Melalui P3 Futsal Championship ini kami ingin menjadi bagian dari tanggung jawab kebangsaan, karena belakangan ini nilai sportivitas mulai menjauh dari kehidupan generasi muda, bahkan dari para senior dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan turnamen bukan semata-mata mengejar keuntungan ataupun kemenangan dalam pertandingan. Yang lebih penting adalah memberikan kontribusi terhadap pembinaan olahraga sekaligus pembinaan kepemudaan di Kabupaten Bondowoso.
“Bagi kami untung atau rugi bukan menjadi hitungan. Yang kami hitung adalah bagaimana bisa menjadi kontributor dalam pembinaan olahraga yang sekaligus menjadi pembinaan kepemudaan agar lahir generasi pejuang bagi daerah dan bangsa,” katanya.
Imam berharap para peserta tidak hanya berlomba menjadi juara, tetapi juga belajar menjunjung tinggi kejujuran, menghormati aturan, dan menghindari segala bentuk kecurangan.
Menurutnya, praktik-praktik yang merusak sportivitas, sekecil apa pun, merupakan bentuk ketidakjujuran yang harus dihindari.
“Dalam olahraga pun bisa terjadi korupsi, misalnya menambah atau mengurangi waktu pertandingan untuk menguntungkan salah satu tim. Hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi. Nilai kejujuran dan integritas inilah yang ingin kami tanamkan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar dunia olahraga tidak lagi tercoreng oleh praktik pengaturan skor seperti yang pernah terjadi dalam kasus “sepak bola gajah” pada 2014.
“Kami berharap tidak ada lagi kasus seperti sepak bola gajah. Artinya pertandingan tidak boleh diatur dari luar lapangan untuk mengamankan kemenangan tim tertentu. Gajah tidak boleh ikut bermain dalam sepak bola, begitu juga di futsal. Semua harus berjalan secara fair sesuai aturan,” pungkas Imam.
BACA JUGA: https://ulas.co.id/diserang-narasi-tiktok-soal-stadion-magenda-mulyadi-jangan-putarbalikkan-sejarah/
Melalui penyelenggaraan P3FC, panitia berharap olahraga mampu menjadi sarana membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, sportif, serta memiliki semangat juang dalam membangun Kabupaten Bondowoso dan Indonesia.
Penulis: Redaksi


