Diserang Narasi TikTok soal Stadion Magenda, Mulyadi: Jangan Putarbalikkan Sejarah

Kepala dinas pertanian dan ketahanan pangan Bondowoso saat usai menghadiri audiensi bersama kepala Balai penyelenggara jaminan produk halal jatim di peringatan pendopo Bupati (foto dok: Yusi Ulas.co.id)

Bondowoso, ulas.co.id – Ramainya narasi di media sosial, khususnya TikTok, terkait pembangunan Stadion Magenda Bondowoso mendapat tanggapan langsung dari Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora).

Mulyadi menilai sejumlah informasi yang beredar tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi membentuk opini publik yang menyimpang dari fakta sejarah pembangunan Stadion Magenda sebagai salah satu venue utama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2022.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/diskoperindag-bondowoso-ajak-9-500-umkm-kuliner-manfaatkan-sertifikasi-halal-gratis/

Ia menegaskan bahwa dirinya baru dilantik sebagai Kepala Disparbudpora pada 6 Agustus 2021, bukan sejak tahun 2017 sebagaimana disebutkan dalam flyer maupun video yang beredar di TikTok.

“Perlu saya luruskan, saya mulai menjabat sebagai Kepala Disparbudpora pada 6 Agustus 2021. Jadi penyebutan bahwa saya sudah menjabat sejak 2017 jelas tidak sesuai dengan fakta,” ujar Mulyadi, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, pelurusan tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi sebenarnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/kepala-balai-jph-jatim-ajak-pelaku-umkm-bondowoso-manfaatkan-sisa-kuota-sertifikasi-halal-gratis/

Mulyadi menceritakan, saat pertama kali dipercaya memimpin Disparbudpora, dirinya langsung dihadapkan pada tanggung jawab besar. Saat itu Bondowoso tengah mempersiapkan diri menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur 2022, sebuah momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya kabupaten tersebut dipercaya menjadi penyelenggara ajang olahraga terbesar di Jawa Timur.

Sebagai tuan rumah, Bondowoso diwajibkan memenuhi berbagai standar yang telah ditetapkan panitia penyelenggara. Salah satunya adalah melengkapi fasilitas Stadion Magenda, mulai dari toilet, ruang ganti atlet, ruang pendukung, hingga berbagai sarana penunjang lainnya.

“Kalau fasilitas itu tidak tersedia, Porprov bisa saja batal digelar di Bondowoso. Saat itu fokus kami adalah memastikan seluruh standar penyelenggaraan terpenuhi,” jelasnya.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/kursi-sekretaris-dlh-bondowoso-terisi-wabup-asad-yahya-safii-jabatan-adalah-amanah/

Ia mengakui proses tersebut tidak mudah. Keterbatasan waktu dan anggaran menjadi tantangan besar yang harus dihadapi. Namun berkat kerja sama seluruh pihak, pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga seluruh fasilitas siap digunakan saat pelaksanaan Porprov 2022.

Menurut Mulyadi, keberhasilan Bondowoso menjadi tuan rumah Porprov bukan hasil kerja satu orang, melainkan buah kolaborasi seluruh unsur pemerintahan yang bekerja sesuai tugas dan kewenangannya.

“Proses pembangunan itu bukan keputusan kepala dinas seorang diri. Ada mekanisme yang harus dilalui, ada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), tim teknis, konsultan perencana, konsultan pengawas hingga pelaksana konstruksi. Semua bekerja sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Karena itu, ia menyayangkan munculnya narasi di media sosial yang dinilainya cenderung mengarahkan persoalan menjadi serangan personal tanpa melihat keseluruhan proses dan fakta yang terjadi saat itu.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/bondowoso-raih-juara-nasional-kampanye-pencegahan-perkawinan-anak-ny-hj-khodijah-jadi-motivasi-perkuat-gerakan/

Mulyadi mengajak masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Menurutnya, setiap informasi perlu dikonfirmasi dan dipahami berdasarkan kronologi yang utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia berharap keberhasilan Bondowoso menjadi tuan rumah Porprov Jawa Timur 2022 tetap dikenang sebagai prestasi daerah yang diraih melalui kerja keras bersama, bukan justru dipelintir oleh informasi yang tidak akurat.

“Saya hanya ingin masyarakat mengetahui fakta yang sebenarnya. Jangan sampai sejarah berubah hanya karena informasi yang tidak akurat. Yang kami perjuangkan saat itu adalah agar Bondowoso sukses menjadi tuan rumah Porprov, dan Alhamdulillah itu berhasil diwujudkan,” pungkas Mulyadi.

BACA JUGA: https://ulas.co.id/langkah-awal-kepengurusan-baru-dpc-ppp-bondowoso-gelar-technical-meeting-turnamen-p3fc-bola-futsal-untuk-dekatkan-partai-dengan-masyarakat/

Penulis: Redaksi

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *