Tiga Dapur MBG di Bondowoso Sempat Disetop, Koordinator: Hanya Sementara

BONDOWOSO, ulas.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Bondowoso menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan. Program tersebut dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta didik, tetapi juga memiliki dampak terhadap perputaran ekonomi daerah, peningkatan aset, hingga potensi pendapatan daerah.

Hal tersebut disampaikan Koordinator MBG Bondowoso, Muhammad Hasan Basri, usai mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan MBG di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Senin (14/9/2026).

Muhammad Hasan Basri mengatakan, salah satu poin penting yang dibahas dalam evaluasi tersebut adalah keberlanjutan ekosistem ekonomi yang tercipta melalui program MBG di Bondowoso.

Menurutnya, MBG tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan makanan bergizi bagi peserta didik. Lebih dari itu, keberadaan program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.

“Dari Pemda menegaskan agar ekonomi sirkular tetap berjalan di Bondowoso. Yang kami bahas adalah peningkatan-peningkatan dari MBG, bukan hanya memberikan manfaat kepada peserta didik, tetapi juga membantu daerah, termasuk dalam peningkatan aset dan anggaran daerah,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketua Dprd Bondowoso Soroti Audit Khusus dan Rencana Penyertaan Modal Perumda Tirta

Audit Kinerja Pdam Masuk Pansus II Inspektorat Periksa Program dan Keuangan

Dalam pelaksanaannya, kata Hasan, seluruh dapur MBG juga harus memenuhi sejumlah ketentuan dan standar yang telah ditetapkan, terutama berkaitan dengan sanitasi dan pengelolaan lingkungan.

Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL) serta pengelolaan limbah menjadi bagian yang harus diperhatikan oleh pengelola dapur MBG.

“IPAL dan limbah juga dilakukan pengecekan oleh DLH, termasuk pihak-pihak terkait lainnya. Semua itu menjadi bagian dari pengawasan agar pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Tiga Dapur MBG Sempat Dievaluasi

Terkait informasi adanya penghentian operasional sejumlah dapur MBG di Bondowoso, Hasan menegaskan bahwa kondisi tersebut bersifat sementara dan merupakan bagian dari proses evaluasi.

Ia menyebut, terdapat beberapa dapur MBG yang sementara waktu tidak dapat melakukan pengiriman makanan karena adanya persoalan administrasi dan persyaratan operasional.

Salah satu persoalan yang ditemukan adalah surat penetapan sementara yang belum mencantumkan sekolah penerima manfaat.

“Kalau dalam surat penetapan sementara pertama belum ada sekolah-sekolah di dalamnya, maka sementara tidak boleh melakukan pengiriman. Namun itu sifatnya sementara. Setelah dilakukan pengajuan dan penetapan turun, pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” terangnya.

Selain itu, terdapat dua dapur MBG yang masih harus melengkapi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hasan menjelaskan, setelah fasilitas dan persyaratan yang dibutuhkan terpenuhi serta SLHS diterbitkan, operasional dapur dapat kembali berjalan.

“Ada dua yang berkaitan dengan SLHS. Setelah persyaratan dan fasilitasnya terpenuhi, kemudian SLHS keluar, maka bisa langsung beroperasi kembali. Yang lainnya masih menunggu proses pengajuan dan perbaikan secara nyata di lapangan,” katanya.

BACA JUGA: Polres Bondowoso Ungkap Delapan Kasus Pidana Lima di Antaranya Kekerasan Seksual

Adapun tiga titik dapur MBG yang menjadi bagian dari evaluasi tersebut berada di wilayah Tapen, Wonosari, dan Curahdami.

Meski terdapat evaluasi terhadap sejumlah dapur, Hasan memastikan program MBG di Kabupaten Bondowoso secara umum tetap berjalan dan pelayanan kepada penerima manfaat terus dilakukan.

Evaluasi tersebut, menurutnya, justru dilakukan untuk memastikan seluruh pelaksanaan program MBG memenuhi standar administrasi, sanitasi, serta ketentuan yang berlaku.

“Pada prinsipnya, pelayanan tetap berjalan seperti biasa. Evaluasi ini dilakukan agar semuanya sesuai dengan ketentuan dan pelaksanaan MBG di Bondowoso dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Red)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *