Tomy Lutvan Abqary Ungkap Potensi Singkong dan Kopi Bondowoso Tembus Pasar Kamerun

BONDOWOSO, ulas.co.id – Kunjungan delegasi Pemerintah Daerah Kamerun ke Kabupaten Bondowoso membuka peluang penjajakan kerja sama ekonomi internasional, khususnya dalam pengembangan produk unggulan daerah, seperti singkong beserta aneka produk olahannya dan kopi lokal.
Tomy Lutvan Abqary, diplomat yang bertugas di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaoundé, Kamerun, mengungkapkan bahwa delegasi Kamerun menunjukkan ketertarikan terhadap potensi komoditas dan produk olahan khas Bondowoso. Ketertarikan tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkenalkan produk lokal ke pasar Afrika sekaligus memperluas jejaring perdagangan internasional.
Hal itu disampaikan Tomy saat mendampingi kunjungan delegasi di kawasan wisata Teduh Glamping, Bondowoso, Senin (19/10/2026).
BACA JUGA: Mom Bondowoso Kamerun Jadi Langkah Awal Bupati Harapkan Manfaat Nyata Bagi Masyarakat
Menurut Tomy, salah satu hal yang menarik perhatian delegasi adalah beragam produk olahan singkong yang disajikan selama kunjungan. Mulai dari tape manis hingga aneka kue dan puding berbahan dasar singkong, produk-produk tersebut mendapat respons positif dari para delegasi.
“Di sana mereka juga memiliki komoditas singkong. Namun, ketika melihat berbagai produk olahannya, seperti tape manis, kue berbahan singkong, dan puding, mereka cukup kagum,” ungkap Tomy.
Ia menjelaskan, kesamaan komoditas antara Bondowoso dan Kamerun dapat menjadi pintu masuk untuk menjajaki peluang kerja sama. Terlebih, pengembangan produk turunan singkong memungkinkan komoditas pertanian memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
Selain singkong dan produk olahannya, kopi lokal Bondowoso juga dinilai memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas kepada pasar Kamerun dan kawasan Afrika.
Potensi tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan pemasaran, memperluas jaringan bisnis, serta menjajaki kemungkinan perdagangan lintas negara. Namun, realisasi peluang tersebut tetap membutuhkan kajian pasar, kesesuaian harga, standar mutu, dan kesiapan distribusi.
KBRI Yaoundé Petakan Potensi Kerja Sama Daerah
Tomy menjelaskan, kunjungan delegasi Kamerun merupakan bagian dari upaya KBRI Yaoundé untuk mengidentifikasi dan mempertemukan potensi pemerintah daerah di Indonesia dengan kebutuhan mitra di Kamerun.
Pada tahun ini, KBRI Yaoundé mengidentifikasi tiga mitra pemerintah daerah yang dinilai memiliki potensi untuk dijajaki. Selain Bondowoso, delegasi juga dijadwalkan mengunjungi Probolinggo dan salah satu wilayah di Tangerang Selatan.
BACA JUGA: Hj Zeiniye Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Perkuat Toleransi Persatuan dan Investasi di Bondowoso
Melalui pendekatan tersebut, kunjungan diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertukaran pengalaman, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, baik dalam perdagangan, pengembangan produk unggulan maupun sektor pariwisata.
Menurut Tomy, upaya mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan pasar menjadi bagian penting dalam mendorong hubungan ekonomi Indonesia dan Kamerun.
Komitmen Dagang Disebut Meningkat Menjadi US$60 Juta
Tomy juga memaparkan perkembangan komitmen dagang yang dihimpun melalui kegiatan promosi bisnis antara Indonesia dan Kamerun.
Ia menyebutkan, pada tahun sebelumnya, KBRI Yaoundé membawa sekitar 30 delegasi pebisnis Kamerun dalam kegiatan penjajakan bisnis. Dari kegiatan tersebut, komitmen dagang yang dihimpun disebut mencapai US$19,5 juta.
Sementara pada tahun ini, jumlah delegasi meningkat menjadi hampir 85 orang, dengan nilai komitmen dagang yang disampaikan mencapai US$60 juta.
Menurut Tomy, perkembangan tersebut menunjukkan adanya peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha Indonesia untuk memperluas hubungan perdagangan dengan Kamerun.
Ia menggambarkan Kamerun sebagai negara berpenduduk sekitar 30 juta jiwa yang memiliki posisi strategis sebagai salah satu simpul transportasi menuju sejumlah negara di kawasan sekitarnya. Kondisi itu dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin menjajaki pasar Afrika.
BACA JUGA: Kukuhkan 70 Pengurus Ppc Pkb Bondowoso Bidik 24 Kursi Pada Pemilu 2029
Ia mengatakan, nilai komitmen dagang tersebut perlu dibedakan dari transaksi yang telah terealisasi. Tindak lanjut antarpelaku usaha, kesesuaian produk, kepastian permintaan, standar kualitas, daya saing harga, serta kesiapan rantai distribusi tetap menjadi faktor penentu agar peluang tersebut dapat berkembang menjadi perdagangan nyata.
Tomy menegaskan, KBRI Yaoundé terbuka untuk memfasilitasi pemerintah daerah maupun pelaku usaha yang ingin menjajaki peluang bisnis di Kamerun.
Lanjut Tomy, peluang ini dapat menjadi penghubung untuk mempertemukan potensi produk Indonesia dengan kebutuhan pasar di Kamerun, sehingga peluang kerja sama dapat ditindaklanjuti secara lebih terarah.
Ekowisata Bondowoso Turut Menarik Perhatian
Tidak hanya sektor pertanian dan perdagangan, delegasi Kamerun juga menunjukkan ketertarikan terhadap pengembangan ekowisata atau eco-tourism di Bondowoso.
Ketertarikan tersebut membuka peluang pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan potensi alam, pengembangan destinasi wisata, serta pelibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata berbasis lingkungan.
Bagi Bondowoso, penjajakan ini berpotensi memperluas ruang kerja sama internasional, tidak hanya pada sektor perdagangan komoditas, tetapi juga pengembangan pariwisata yang memanfaatkan kekayaan alam daerah.
Ke depan, diperlukan langkah konkret untuk mengidentifikasi produk yang siap dipasarkan, memenuhi standar mutu, memiliki harga kompetitif, serta sesuai dengan kebutuhan konsumen di Kamerun. Di sektor pariwisata, pemetaan potensi dan pertukaran praktik pengelolaan destinasi juga dapat menjadi bagian dari tindak lanjut.
Ketertarikan delegasi Kamerun terhadap singkong, kopi, dan ekowisata menjadi peluang bagi Bondowoso untuk memperkenalkan keunggulan daerah ke tingkat internasional.
Tantangan selanjutnya adalah menerjemahkan peluang tersebut menjadi kerja sama yang berkelanjutan, memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal, serta menghadirkan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat Bondowoso.
Penulis: Redaksi


