Pameran Seni Rupa “Simulakra” Jadi Ruang Edukasi dan Penguatan Ekosistem Seniman di Bondowoso

Kadisparbudpora Bondowoso saat di gedung Gelora Pelita (foto dok: Yusi Ulas.co.id)
Bondowoso, ulas.co.id – Pameran Seni Rupa “Simulakra” yang digelar di Gedung Gelora Pelita Bondowoso tidak hanya menjadi ajang menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, edukasi, serta penguatan ekosistem seni rupa di Kabupaten Bondowoso.
Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso, Gede Budi Setiawan, menyampaikan bahwa pameran yang dibuka pada Senin malam (8/6/2026) tersebut melibatkan 31 pelukis dari berbagai daerah di Indonesia, baik dari Bondowoso maupun luar daerah.
“Peserta pameran ini berasal dari Bondowoso dan beberapa daerah lain. Ada yang dari Jakarta, bahkan dari Kalimantan Timur. Namun kami tetap ingin seniman lokal mengambil peran besar dalam kegiatan ini, sehingga sekitar separuh peserta merupakan pelukis asal Bondowoso,” ujar Gede.
Menurutnya, pameran ini menjadi wadah penting bagi para pelaku seni untuk saling bertemu, bertukar gagasan, dan membangun jejaring yang dapat mendukung perkembangan kreativitas maupun pemasaran karya seni mereka.
Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan para pelukis melalui terbukanya peluang pasar dan apresiasi yang lebih luas dari masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi antar-seniman, mendorong kreativitas mereka, termasuk bagaimana karya-karya itu dapat dipasarkan dengan lebih baik. Harapannya tentu kesejahteraan para pelukis juga semakin meningkat,” katanya.
Lebih jauh, Gede menegaskan bahwa pameran “Simulakra” memiliki misi edukatif yang kuat, khususnya bagi generasi muda. Ia berharap masyarakat, terutama kalangan pelajar, dapat mengenal seni rupa lebih dekat dan memahami bahwa dunia seni memiliki prospek yang menjanjikan.
“Kami ingin memberikan pengetahuan kepada masyarakat, terutama generasi muda, bahwa seni rupa bisa menjadi bagian dari kehidupan yang menjanjikan. Karena itu pameran ini kami buka hingga 18 Juni agar pelajar dan masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk datang dan menikmati karya-karya yang dipamerkan,” ungkapnya.
Menariknya, peserta pameran tidak hanya berasal dari kalangan seniman profesional. Beberapa pelukis cilik bahkan turut ambil bagian, termasuk peserta yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar.
“Pesertanya beragam, ada yang sudah berpengalaman, ada juga anak-anak yang masih kelas 1 SD. Ini menunjukkan bahwa seni rupa dapat menjadi ruang ekspresi bagi semua usia,” tambahnya.
Gede juga menjelaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini merupakan bentuk inisiatif bersama komunitas seni yang didukung pemerintah daerah. Meski tidak menggunakan anggaran khusus, kegiatan tersebut tetap dapat terlaksana berkat semangat gotong royong dan swadaya para pelaku seni.
“Kegiatan ini murni inisiasi teman-teman komunitas. Pemerintah hadir memberikan ruang dan dukungan, sementara pelaksanaannya dilakukan secara swadaya oleh para seniman dan komunitas,” jelasnya.
Terkait kemungkinan transaksi jual beli karya, pihak penyelenggara memberikan keleluasaan kepada pengunjung untuk berkomunikasi langsung dengan para pelukis apabila tertarik memiliki karya yang dipamerkan.
“Kami persilakan jika ada yang ingin membeli karya untuk langsung berhubungan dengan pelukisnya masing-masing. Namun yang paling utama dari kegiatan ini adalah edukasi dan upaya mengembangkan seni rupa di Bondowoso,” pungkas Gede Budi Setiawan.
Pameran Seni Rupa “Simulakra” diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun iklim kesenian yang lebih hidup di Bondowoso sekaligus membuka ruang apresiasi masyarakat terhadap karya-karya seniman lokal maupun nasional.
Penulis: Redaksi


